Jumat, 29 Mei 2026

Video Viral

Gawat, Rusia vs Ukraina Diambang Perang Nuklir, Dipicu Inggirs, NATO Harus Bertindak

Gawat, Rusia vs Ukraina diambang perang nuklir, dipicu Inggirs, NATO harus bertindak

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra

TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Luar Negeri Ukraina mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan luar biasa terkait rencana Rusia untuk menyebarkan senjata nuklir taktisnya di Belarus.

"Ukraina mengharapkan Inggris, China, Amerika Serikat, dan Prancis mengambil tindakan efektif untuk melawan ancaman nuklir dari Kremlin," katanya, .

"Untuk tujuan ini, kami menuntut Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan luar biasa," lanjutnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, atas permintaan Belarusia, Rusia akan mengerahkan senjata nuklir taktisnya di Belarusia.

Vladimir Putin mengatakan langkah itu dipicu oleh keputusan Inggris untuk memberi Ukraina amunisi yang mengandung depleted uranium.

"Alexander Grigoryevich Lukashenko telah lama mengajukan pertanyaan tentang pengerahan senjata nuklir taktis Rusia di wilayah Belarusia," kata Vladimir Putin, pada Sabtu (25/3/2023), dikutip dari Euro News.

"Tidak ada yang aneh di sini juga. Pertama, Amerika Serikat telah melakukan ini selama beberapa dekade. Mereka telah lama menempatkan senjata nuklir taktis mereka di wilayah negara sekutu mereka, negara NATO di Eropa," lanjutnya.

Baca juga: Tanpa Senjata Canggih dari Amerika Cs, Presiden Ukraina Pikir Ulang Gempur Rusia

Sepuluh pesawat yang mampu membawa persenjataan, yang dirancang untuk digunakan di medan perang, dilaporkan telah dipindahkan ke Belarus.

Tindakan ini seperti apa yang telah lama dilakukan Amerika Serikat di wilayah negara-negara sekutunya di NATO.

Pejabat NATO menolak persamaan itu dan mengatakan kebijakan mereka telah diatur.

"Rujukan Rusia untuk pembagian nuklir NATO benar-benar menyesatkan," kata juru bicara Oana Lungescu di Twitter, dikutip dari Wall Street Journal.

"Negara-negara NATO bertindak sejalan dengan komitmen internasional mereka, sementara Rusia secara konsisten melanggar komitmen kontrol senjatanya,” lanjutnya.

Rusia telah mentransfer sistem Iskander ke Belarus yang dapat menggunakan senjata nuklir.

Menurut Vladimir Putin, pembangunan depot senjata nuklir taktis di Belarusia diharapkan selesai pada 1 Juli 2023.

Sebagai informasi, NATO menempatkan sekitar 100 hulu ledak nuklir AS di lima negara NATO, dikutip dari laman NTI.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved