Video Viral
Dokumen Perang AS-NATO Bocor, Siapkan 12 Brigade Tempur Baru Ukraina Hadapi Rusia
Dokumen perang Amerika Serikat - NATO bocor, siapkan 12 brigade tempur baru Ukraina hadapi Rusia
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Rusia dan Ukraina menanggapi berita kebocoran dokumen rahasia perang Amerika Serikat (AS) dan NATO di Ukraina.
Kedua negara ini memberikan tanggapan yang berlainan.
Dilansir dari Tribunnews.com, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, yakin Amerika Serikat dan NATO memang terlibat langsung dan tidak langsung dalam perang di Ukraina.
"Kami tidak memiliki keraguan sedikit pun tentang keterlibatan langsung atau tidak langsung AS dan NATO dalam konflik antara Rusia dan Ukraina," kata Dmitry Peskov, dikutip dari CNN International dan RT.
“Tingkat keterlibatan ini meningkat secara bertahap,” tambahnya.
“Kami terus mengawasi proses ini. Yah, tentu saja, itu membuat keseluruhan cerita menjadi lebih rumit, tetapi tidak dapat mempengaruhi hasil akhir dari operasi khusus tersebut,” lanjutnya.
Sejumlah dokumen AS-NATO bertuliskan 'Sangat Rahasia' dan 'Rahasia Besar', bocor di media sosial Telegram.
Dokumen itu mengungkapkan keterlibatan AS-NATO dalam perang di Ukraina.
Dokumen rahasia itu menunjukkan penilaian internal AS terhadap kekuatan pasukan Ukraina, pengeluaran amunisi, dan persiapan untuk "serangan balasan musim semi" yang akan datang.
Slide presentasi dalam dokumen itu juga memperlihatkan penilaian AS tentang korban Rusia dan Ukraina, tingkat kebakaran, pengiriman peralatan ke Kiev dari negara-negara NATO, dan jadwal pelatihan.
Satu dokumen khusus menunjukkan, AS dan NATO sedang melatih dan memperlengkapi sembilan dari 12 brigade tempur baru Ukraina.
Informasi itu menyebutkan, enam brigade akan siap pada akhir Maret 2023 dan tiga sisanya pada 30 April 2023.
Dokumen itu mengklaim, Ukraina telah menyiapkan 60.000 tentara dengan lebih dari 250 tank dan lebih dari 350 kendaraan lapis baja.
Satu dokumen yang mencuri perhatian adalah tingkat pengeluaran sistem artileri HIMARS dari AS, padahal informasi itu sangat dirahasiakan.
New York Times juga mengabarkan, dokumen itu berisi informasi peralatan Ukraina dan perkiraan tanggal kapan mereka siap menghadapi pasukan Rusia.
Selain persiapan, dokumen itu juga menyebutkan kerugian Ukraina yang tidak dapat diperbaiki sekitar 150.000-200.000 ribu kematian.
Pejabat Ukraina telah mengumumkan serangan besar di beberapa titik musim semi ini, menggunakan tank, kendaraan lapis baja, dan artileri yang telah disediakan oleh AS dan sekutunya.
Ukraina juga mengeluhkan kekurangan amunisi, meminta lebih banyak.
Meski tidak mungkin untuk memverifikasi keaslian dokumen tersebut, Pentagon mengatakan kepada New York Times pada hari Kamis (6/4/2023), mereka sedang menyelidiki kemungkinan kebocoran dan mencoba menghapusnya dari internet.
Ukraina menanggapi berita bocornya dokumen rahasia perang AS-NATO di negaranya.
Penasihat kantor kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan dokumen-dokumen itu adalah palsu. (*)