Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Gema Ramadan Dibuka Bupati Kukar dengan Membaca Surah Al Fatihah-Al Baqarah

Bupati Kukar Edi Damansyah memulai acara Gerakan Etam Mengaji atau Gema dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Baqarah.

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Bupati Kukar Edi Damansyah memulai acara Gema dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Baqarah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bupati Kutai Kartanegara

Baca juga: Bupati Edi Damansyah Bantu Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Kukar

(Kukar), Edi Damansyah membuka Gerakan Etam Mengaji (Gema) "Meraih Berkah Ramadhan Untuk Kutai Kartanegara" di halaman Taman Kota Raja Tenggarong, Sabtu (15/4/2023).

Gerakan Yok Etam Mengaji ini diikuti oleh putra putri Kukar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/aliyah, mahasiswa, organisasi hingga masyarakat umum di sepanjang Turap (pinggir sungai) Timbau Tenggarong.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Alfatihah dan Surah Al-Baqarah ayat 1-141 oleh Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Sekda Kukar Sunggono, Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat, Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor dan Forkopimda Kukar.

Baca juga: Kopi Luwak di Desa Perangat Kukar Tembus Pasar Luar Kalimantan

Bupati Kukar Edi Damansyah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang ikut serta dalam menyemarakkan Gerakan Yok Etam Mengaji.

"Walaupun diselenggarakan di pengujung Ramadan tetapi tetap semarak walau tidak sebesar tahun lalu," katanya.

Ia juga menerangkan bahwa Gerakan Yok Etam Mengaji ini adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Kukar ikut mendorong dan memberikan motivasi, khususnya putra-putri Kutai Kartanegara, untuk terus giat belajar Alquran untuk diimplementasi dalam kegiatan sehari-hari.

Baca juga: Beasiswa Kukar Idaman Kapan Buka Pendaftaran? Cek Informasinya Lengkap Kuota Penerima 2023

Edi dengan bangga menjelaskan bahwa program Gema yang menjadi salah satu program unggulan bupati Kukar sudah dibuktikan dengan menjadi juara umum 5 kali berturut-turut pada MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan kegiatan ini juga sudah diatur dalam peraturan daerah.

"Terima kasih kepada para bapak ibu guru juga para ustadz dan ustadzah serta para santri dan anak-anak yang telah meluangkan waktunya untuk kegiatan ini dan bisa membawa kebaikan untuk semua khususnya untuk Kutai Kartanegara,” ucap Edi. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved