Berita Kukar Terkini

Kopi Luwak di Desa Perangat Kukar Tembus Pasar Luar Kalimantan

Potensi kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara kini mulai dilirik dan menjadi komoditas unggulan

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Potensi kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara kini mulai dilirik dan menjadi komoditas unggulan.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG- Potensi kopi luwak di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara kini mulai dilirik dan menjadi komoditas unggulan.

Kopi yang tumbuh di Desa Prangat Baru ini adalah kopi jenis liberika. Sebuah kopi yang berasal dari Liberia, sebuah negara dari Afrika Barat. Kopi jenis ini ternyata tumbuh subur di tanah Kalimantan.

Kepala Desa Perangat Baru, Fitriarti mengatakan, potensi kopi luwak di desanya sangat besar. Satu kilogram kopi luwak bisa mencapai harga Rp 4,5 juta.

Bagi pemerintah desa, sambungnya, kopi menjadi solusi yang bisa diandalkan agar warga tetap mendapat penghasilan.

Baca juga: Bupati Tinjau Jalan Usaha Tani, Embung hingga Tanam Kopi di Kampung Kopi Luwak

Baca juga: Promo Indomaret Hari ini Minggu 25 September 2022, Beli Kopi Luwak Ada Diskon 50 Persen

"Besar harapan kami kopi luwak ini bisa dikembangkan. Kami ajukan gagasan untuk membuat Kampung Kopi Luwak ini menjadi taman liberika yang kedepannya menjadi taman edukasi,” kata Fitriati, Sabtu (15/4/2023).

Saat ini ada 50 petani kopi luwak yang berada di luar dari kelompok pertanian Desa Perangat Baru. Namun, baru 2 hektare lahan yang mampu dimaksimalkan secara produktif.

Proses pendampingan bagi warga desa yang menekuni kebun kopi ini pun sudah dilakukan. Pemerintah desa, memastikan akan mengawal kebun kopi ini agar terus berkembang.

Apalagi pasar kopi luwak Desa Perangat sudah tembus hingga ke luar Pulau Kalimantan. Salah satunya memasok kebutuhan Pantai Pandawa Bali di Desa Kutuh.

"Sejauh ini, selain dari pemerintah daerah dan pemerintah desa, beberapa perusahaan juga telah membantu dan mendampingi kelompok tani," ujar Fitriarti.

Kini, Pemerintah Desa Perangat Baru tengah memperluas kebun kopi bersama warga yang tergabung dalam kelompok tani.

Di lahan 25 hektare, Kampung Kopi Luwak nantinya bisa dikembangkan menjadi salah satu taman rekreasi di Kabupaten Kutai Kartanegara

Fitriarti berharap, untuk menikmati kopi langsung di kebun kopi, warga Kalimantan Timur tidak perlu jauh-jauh ke Malabar, Toraja, atau Aceh.

Di Kukar maupun Kaltim, dengan kehadiran Kampung Kopi Luwak yang berisi Taman liberica, penikmat kopi tak perlu jauh-jauh keluar Pulau Kalimantan.

Baca juga: Local Heroes, PHKT Dukung Kampung Kopi Luwak Ciptakan Produk Nusantara Menuju Internasional

Hal ini juga menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pendapatan petani. BUMDes Perangat Baru akan dimaksimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Nanti setelah program ini berjalan, akan dikelola oleh BUMDes dan akhirnya akan menjadi PADes,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved