Info BMKG
Apa Itu Efek Rumah Kaca? Simak Penjelasan, Dampak dan Cara Mengatasinya
Gletser dan tudung es ini menampung antara 70 dan 75 persen air tawar dunia. Jika semua es ini mencair, permukaan laut akan naik sekitar 70 meter
TRIBUNKALTIM.CO - Terkait Efek Rumah Kaca, National Geographic menjelaskan bahwa gletser dan tudung es menutupi sekitar 10 persen daratan dunia.
Gletser dan tudung es ini menampung antara 70 dan 75 persen air tawar dunia. Jika semua es ini mencair, permukaan laut akan naik sekitar 70 meter.
Naiknya permukaan laut dapat menyebabkan banjir di kota-kota pesisir, terutama di daerah pesisir dengan dataran rendah.
Baca juga: 3 Upaya Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Kaltim, Ada Industrialisasi Sampah
Eefek rumah kaca terjadi ketika gas-gas tertentu, yang disebut gas rumah kaca, menumpuk di atmosfer bumi.
Gas rumah kaca memungkinkan cahaya matahari menyinari permukaan bumi, kemudian lapisan atmosfer memerangkap panas yang dipantulkan kembali dari permukaan ke atmosfer bumi.
Lantas, apa itu efek rumah kaca dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan di bumi?
Pengertian efek rumah kaca
Secara sederhana, efek rumah kaca merupakan kemampuan atmosfer untuk mempertahankan suhu udara panas yang nyaman untuk kehidupan di bumi.
Dilansir Britannica, efek rumah kaca adalah pemanasan permukaan bumi dan troposfer yang disebabkan oleh adanya uap air, karbon dioksida, metana, dan gas-gas tertentu lainnya di udara.
Gas-gas tersebut dikenal dengan istilah gas rumah kaca. Atmosfer memungkinkan sebagian besar cahaya tampak dari matahari untuk melewati dan mencapai permukaan bumi.
Baca juga: DLH Kaltim Catat Emisi Gas Rumah Kaca Turun dan Lampaui Target
Saat permukaan bumi dipanaskan oleh matahari, ia memancarkan sebagian energi kembali ke angkasa sebagai radiasi infra merah yang diserap oleh gas rumah kaca di atmosfer dan menaikkan suhunya.
Atmosfer yang memanas pada gilirannya memancarkan radiasi infra merah kembali ke permukaan bumi.
Menurut para ilmuwan, suhu rata-rata Bumi akan turun dari 14 derajat celsius menjadi serendah -18 derajat celsius tanpa adanya efek rumah kaca.
Namun, ketika tingkat gas-gas rumah kaca naik, maka meningkat pula suhu bumi atau yang kita kenal sebagai pemanasan global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bahaya-jika-es-es-itu-mencair.jpg)