Berita Samarinda Terkini
Selama Ramadan dan Idul Fitri, Konsumsi Tepung Terigu di Kaltim Meningkat
Selama Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah, permintaan tepung terigu di Kaltim mengalami peningkatan.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Momentum Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah membuat konsumsi tepung terigu di Kalimantan Timur meningkat.
Hal ini membuat pengusaha penyedia tepung terigu mendapatkan pesanan yang meningkat signifikan.
Asisten Manager Sub Regional Kaltimtara PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills, Ahada Almayuda mengatakan, lonjakan permintaan wajar terjadi.
Pasalnya, tepung terigu meniadi bahan dasar jajanan tradisional dan kue kering saat momen Ramadan dan Idul Fitri.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2023 di Bandara APT Pranoto Samarinda Diprediksi Ramai pada H+4 Besok
Pihaknya juga mencatat peningkatan permintaan tepung terigu di Kaltim selama Ramadan mencapai 10-15 persen.
Jika dibandingkan permintaan pada hari biasa, tepung terigu di Kaltim sekitar 100 ton per harinya.
Pihaknya sendiri mengirim ke Samarinda, Kubar, Kukar, dan Kutim.
Sementara, pada Ramadan lalu hingga jelang Idul Fitri, permintaan meningkat 120-130 ton per harinya.
"Lonjakan permintaan itu bisa meningkat 10-15 persen dari pada biasanya. Karena munculnya banyak UMKM musiman yang menjual kue-kue takjil selama Ramadan. Jadi meningkatkan permintaan tepung terigu juga," terang Ahada, Senin (24/4/2023).
Namun demikian, meskipun ada peningkatan permintaan, namun dipastikan harga tepung terigu tidak mengalami inflasi.
Harga tepung terigu tetap stabil bahkan cenderung mengalami penurunan selama dua semester terakhir.
Baca juga: H+1 Lebaran, Terminal Tipe A Samarinda Seberang Berangkatkan 6 Armada Bus
Produsen tepung terigu ini mematok harga grosir kemasan 25 kilogram Rp 220 ribu per karung.
"Ini turun dari harga sebelumnya sebesar Rp 245 ribu per karung," sebutnya.
Faktor pemurunan karena pasokan impor gandum sebagai bahan dasar produksi tepung terigu tetap lancar masuk ke Indonesia.
Utamanya dari negara impor gandum, yakni Australia dan Amerika Serikat (AS).
Jalur distribusi tepung terigu ke seluruh wilayah Kaltim juga dipastikan aman.
Pihak Indofood memiliki dua stock point pergudangan utama di Samarinda dan Balikpapan.
"Serta didukung dengan 34 distributor dan 130 agen yang mengcover seluruh wilayah Kaltim-Kaltara," terang Ahada.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.