Berita Samarinda Terkini
Stok Daging Sapi selama Lebaran 2023 Aman, DPKH Kaltim Sebut Kenaikan Harga Wajar Terjadi saat HKBN
Harga daging sapi mengalami peningkatan saat momen hari besar keagamaan nasional, seperti Hari Raya Idul Fitri.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketersediaan daging saat hari besar keagamaan nasional (HBKN), khususnya Idul Fitri 1444 hijriah, aman dan tercukupi.
Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), Fahmi Himawan.
"Ketersediaan daging baik itu daging merah ayam, daging putih ayam unggas dan daging merah sapi, kerbau dan telur tercukupi," ucap Kepala DPKH Kaltim Fahmi Himawan, Selasa (24/4/2023).
Baca juga: Destinasi Pilihan Masyarakat, Wisata Tebing Lonceng Suguhkan Keindahan Sunset dari Ketinggian
Berdasarkan hasil pantauan pihaknya jelang dan saat Idul Fitri, ketersediaan daging sapi mencapai 1.146 ton, sementara kebutuhan 611,4 ton, sehingga mengalami surplus 535 ton.
Sedangkan daging ayam stok 7.089 ton, kebutuhannya 6.543 ton, selisih surplus 546 ton.
Lalu telur dengan ketersediaan 1.608 ton, kebutuhannya 1.558 ton, selisih 50 ton.
"Tiga komponen ini, alhamdulillah, sampai Idul Fitri, Idul Adha bahkan Natal dan hari besar keagamaan lain, kita masih aman," ungkap Fahmi.
Terkait kenaikan harga yang terjadi di pasaran jelang hari besar keagamaan nasional, Fahmi menilai wajar.
Harga-harga akan naik, tetapi besaran harga yang lain tidak lebih dari 10 persen atau sekitar 5-9 persen.
Disparitas harga antar wilayah juga terjadi direntang 1,5 sampai 2,5 persen, ini sangat wajar.
Baca juga: Mengisi Libur Lebaran, Ribuan Masyarakat Padati Pusat Perbelanjaan di Samarinda
Fahmi mencontohkan, harga ayam di Kukar lebih murah, karena memang produsen sangat banyak.
Tetapi semakin ke daerah hulu perbatasanakan lebih mahal, termasuk harga sapi.
"Ini disebabkan distribusi, dimana semakin jauh maka pastinya akan lebih tinggi," sebutnya.
Untuk ketersediaan sapi di Kaltim sendiri masih di topang 28 persen lokal dan 72 persen mendatangkan dari luar.
Meskipun PMK memang membuat gerak pasokan sapi menjadi lebih sedikit sumber pemasukannya dan sempat tidak bisa mendatangkan sapi dari luar.
Namun, adanya kebijakan Kementerian Pertanian pada Januari 2023 lalu, akhirnya diperbolehkan dengan persyaratan ketat.
Ia juga meminta para peternak menjaga kesehatan hewan agar bisa terhindar dari penyakit yang menyerang hewan ternak.
"Surat edaran 8 dari Kementan kita mulai diperbolehkan memasukkan sapi baik itu dari zona merah dari Jawa serta Sulawesi," kata Fahmi.
Baca juga: Selama Ramadan dan Idul Fitri, Konsumsi Tepung Terigu di Kaltim Meningkat
Sementara untuk harga daging sapi , salah satu pedagang di Pasar Segiri Samarinda bernama Abdullah mengatakan, mengalami peningkatan.
Daging sapi murni per kilogramnya pada hari biasa dijual dengan Rp150-165 ribu.
Namun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah atau Lebaran 2023, harga daging sapi melonjak 30 persen dari hari biasa atau mencapai Rp190-200 ribu per kilogram.
Kenaikan harga daging sapi berasal dari agen daging, sehingga pedagang seperti Abdullah hanya mengikuti harga jual di pasaran.
"Biasa kalau mau lebaran naik, tergantung permintaan konsumen juga," kata Abdullah.
"Semua jenis daging sapi baik lokal, impor semua naik. Ini naik langsung dari agen daging sapi," sambungnya.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2023 di Bandara APT Pranoto Samarinda Diprediksi Ramai pada H+4 Besok
Salah seorang pembeli daging sapi, Alvie Nur Diana menganggap wajar kenaikan harga daging terjadi.
Menurutnya ini lumrah terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan, seperti idul Fitri.
"Biasa saja sebetulnya (naik harga), mau lebaran ini pasti kebutuhan bahan pokok naik semua. Tergantung pemerintah saja mengendalikan harganya," singkat Alvie.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.