Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Antisipasi Perubahan Iklim, Distanak Kukar Percepat Jadwal Tanam Padi

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara tengah menyiapkan langkah untuk menyikapi isu perubahan iklim

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
ILUSTRASI- Area pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara tengah menyiapkan langkah untuk menyikapi isu perubahan iklim.TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara tengah menyiapkan langkah untuk menyikapi isu perubahan iklim.

Kepala Distanak Kutai Kartanegara, Sutikno mengatakan, pihaknya akan meminta petani untuk mempercepat jadwal tanam padi.

Distanak Kukar melalui bagian seksi proteksi telah memberikan berbagai macam imbauan kepada petani mengenai dampak perubahan iklim tersebut.

"Dampak dari gelombang panas akan membuat kering, sehingga kami menyikapinya dengan mempercepat jadwal tanam," ujar Sutikno, Sabtu (29/4/2023).

Baca juga: PDI Perjuangan Kukar Siap Perkenalkan Sosok Ganjar Pranowo hingga ke Pelosok

Baca juga: Usai Jual Pisang Hasil Kebun, Pria Paruh Baya di Loa Kulu Kukar Nekat Curi Motor

Saat ini, lanjutnya, merupakan masa tanam padi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun, kegiatan ini harus mundur sepekan lantaran Hari Raya Idulfitri.

"Harusnya proses tanam olah tanah sudah selesai. Tapi karena momen lebaran jadwal tanam harus mundur satu minggu,” ungkapnya.

Perubahan iklim gelombang panas yang melanda sejumlah negara di Asia Selatan mulai ramai menjadi pembahasan.

Fenomena kenaikan suhu di berbagai belahan bumi ini pun turut dirasakan Indonesia, bahkan di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dampak perubahan iklim ini pun akan memincu terjadinya kekeringan ekstreme yang berkorelasi terhadap sektor pertanian.

Namun, Sutikno optimis, perubahan iklim yang telah diprediksi tidak berdampak signifikan dengan produksi pertanian di Kutai Kartanegara.

Ia bahkan langsung berkeliling ke sejumlah kecamatan di Kutai Kartanegara untuk memantau kondisi lahan pertanian.

Menurutnya, tanaman padi akan tetap bisa bertahan dari bahaya kekeringan apabila pada proses penanaman mendapatkan cukup air.

Baca juga: Sidak Hari Pertama Kerja, Bupati Kukar Apresiasi Petugas Pelayanan Publik

Mengingat, pada fase generatif nanti tanaman padi yang ditanam di area perswahan tidak terlalu memerlukan air. 

"Yang jelas dampak perubahan iklim ini harus selalu disikapi, apakah curah hujan tinggi atau kekeringan, Distanak Kukar sudah menetapkan strategi antisipasi," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved