Berita Samarinda Terkini

Kampung Kopi Luwak di Marangkayu Kukar Hasilkan 1 Ton Kopi Dalam Setahun

Eksis menghadirkan kopi luak khas Kalimantan Timur, Kelompok Tani Prangat Baru pengelola Kampung Kopi Luwak di Jalan Poros Samarinda Bontang.

Penulis: Nevrianto | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
KAMPUNG KOPI LUWAK - Kadispar Kaltim Ahmad Herwansyah bersama rombongan IHGMA Kaltim saat mengunjungi Kampung Kopi Luwak dan menikmati kopi di Jalan Poros Samarinda Bontang, Kilometer 60 Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur,Sabtu (29/4/2023)TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Eksis menghadirkan kopi luak khas Kalimantan Timur, Kelompok Tani Prangat Baru pengelola Kampung Kopi Luwak di Jalan Poros Samarinda Bontang Kilometer 60 Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur tentunya menaruh tujuan mengais pundi rezeki untuk kelangsungan hidup sehari hari.

"Kami berharap nanti Kampung Kppo Luwak dapat jadi lokasi Edukasi Wisata.

Bicara kopi tentumya warga Kaltim tak melulu belanja kopi Malabar atau Gayo atau Toraja, di Jawa Tengah Ada Temanggung di Malang ada Dampit atau Ijen maka kiblatnya Kopi di Kaltim ada Kampung Kopi Luak dan jadi kawasan edukasi.

Baca juga: Wakil Ketua PHRI Tanggapi Viralnya Hotel di Kota Balikpapan Dijual di Aplikasi Jual Beli Online

Kemudian orang wisata tak ke pantai maka kita minum kopi di nuansa alam menikmatinya. Kayu ulin dijadikan tongkrongan asik sesuai dengan alamnya Kaltim," tutur Ketua Kelompok Tani Kampung Kopi Luwak Prangat Baru,Ridoni, Sabtu (29/4/2023)

Sesuai penilaian Dispar Kaltim menyebut lokasi Kampung Kopi Luwak sangat strategis dan terkoneksi Ridoni menuturkan sejumlah petani yang terlonat berperan bersama membangun Kampung Kopi Luwak.

"Kopi yang ditanam kelompok tani kami ada 34 orang luasan wilayahnya 60 hektar Dengan kopi yang ditanam jenis Liberika bukan robusta atau arabica. Rata rata warga memiliki sertfikat tanah 2 hektar kemudian tahun 2020 mulai menanam 29 hektar baru selanjutnya produksi kopi luwak. Maka sepanjang tahun digunakan masyarakat pecinta kopi. Estimasi pendapatannya satu musim satu pohon dan 1 tahun ada 2 musim. Dari 2 musim ada 1 kilogram pendapatannya per pohon. Kalau 1 tahun ada 2 musim maka dari 2 musim itu 1 kilo pendapatan perpohon berarti muatan tanah 1000 berarti kita punya 1 ton kopi hasil panen per 1 tahun," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved