Berita Samarinda Terkini
2 Staf Perusahaan Surveyor Samarinda Ditemukan Tewas di Palka Kapal
Keduanya yakni Maulana Reza (26) dan Wahyu Pratama (25) diketahui merupakan staff sample dari salah satu perusahaan surveyor di Samarinda.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua pekerja dari PT Triyasa Pirsa Utama mendadak ditemukan tak bernyawa di palka MV Cape Jacaranda yang berada di perairan laut Muara Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Keduanya yakni Maulana Reza (26) dan Wahyu Pratama (25) diketahui merupakan staff sample dari salah satu perusahaan surveyor di Samarinda itu.
Dari informasi yang berhasil terhimpun, keduanya ditemukan tak berdaya di palka kapal berbendera Panama itu pada Pukul 22.45 Wita, Minggu (30/4/2023) kemarin.
Dari keterangan singkat Edy Irawan selaku Kepala Cabang Samarinda PT Triyasa Pirsa Utama bahwa kedua korban terjatuh saat sedang mengambil sample batu bara dari palka kapal yang tengah melakukan muat di perairan itu.
Baca juga: Keruk 750 Metrik Ton Batu Bara di Lahan Tahura Samboja, Pemodal dan Penambang Dibekuk Polisi
Ia menjelaskan, dari keterangan leader sampling, diduga kedua pemuda itu mengalami sesak karena menghirup hawa dari emas hitam itu.
Jarak pintu ke dasar palka sendiri diprediksi sejauh 20 meter.
Karena hawa batu bara begitu kuat, Wahyu Pratama yang berada paling bawah akhirnya pingsan dan terjatuh ke dasar palka.
Sementara Maulana Reza yang sudah hampir sampai di pintu palka berniat menolong korban, namun justru menjadi korban kedua.
Edy Irawan mengatakan, mendengar kecelakaan kerja itu pihaknya langsung menginformasikannya kepada pihak management pusat.
Baca juga: 8 Karyawan Sebuah Perusahaan di Berau tak Dilanjutkan Kontrak, Disnakertrans Angkat Bicara
Ia menegaskan segala bentuk tanggung jawab terhadap dua korban akan dilakukan pihak perusahaan.
"Semoga ini menjadi hikmah bagi kami perusahaan, dan mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi korban seperti ini," singkatnya saat dijumpai di RSUD AW Sjahranie, Senin (1/5) subuh.
Sementara itu, Jumadi (54) ayah dari Wahyu Pratama mengatakan tak mendapat firasat terkait musibah yang menimpa sang buah hati.
Ia mengatakan anak bujangnya tersebut sudah meminta izin berangkat ke Muara Berau sejak Kamis (27/4/2023) lalu.
Ia menyebutkan sang anak sudah bekerja di perusahaan surveyor itu sejak enam bulan terakhir.
"(Semalam) saya memang tidak bisa tidur. Kemudian mendadak dapat informasi dari managernya langsung kalau anak saya sudah tidak ada (meninggal)," lirihnya singkat.
Para awak media pun mencoba mengkonfirmasi pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
Namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan pasti dari pihak kepolisian.
"Belum karena masih dilakukan pendalaman," singkat Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda kepada TribunKaltim.co saat dijumpai di Mapolsek KP3. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sample-batu-bara.jpg)