Berita Kaltim Terkini
Kondisi Pembangunan Ekonomi dan SDM di Kaltim, Bappeda: Perkembangannya Fluktuatif
Fluktuasi atau naik turunnya kondisi pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur, pada lima tahun terakhir 2018-2022
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Fluktuasi atau naik turunnya kondisi pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur, pada lima tahun terakhir 2018-2022 terdapat beberapa faktor.
Mulai dari pandemi Covid-19 dan PPKM tahun 2020-2021, hingga kondisi pelayanan di beberapa daerah jadi penentu.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim, Yusliando mengungkapkan, meski fluktuasi terjadi, pada tahun 2022 kondisinya telah mulai meningkat kembali.
Hal ini jika berbicara terkait ekonomi Bumi Mulawarman.
Dimana, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 2,67 persen, kemudian tahun 2019 sebesar 4,74 persen.
Baca juga: Antisipasi Tejadinya Inflasi Jelang Idulfitri 1444 Hujriah, TPID Paser Gelar Pasar Murah
Baca juga: Ikuti Rakor dengan Mendagri Bahas Pengendalian Inflasi, Asisten III Maulidiyah: Berau Masih Stabil
Pandemi Covid-19 selama dua tahun membuat ekonomi Kaltim sempat minus di tahun 2020 dengan -2,90.
Sebelum akhirnya perlahan naik, pada tahun 2021 ke angka 2,55 persen, lalu tahun 2022, pertumbuhan ekonomi sudah kembali ke angka 4,48 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2022 tanpa migas 5,59 persen, serta laju pertumbuhan ekonomi tanpa migas dan batubara pada tahun 2022, lebih tinggi lagi yaki 6,11 persen," sebutnya, Minggu (30/4/2023).
Sedangkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim tahun 2022, sambung Yusliando, terdapat empat lapangan usaha penyumbang terbesar.
Pertama usaha pertambangan dan penggalian dengan 53,24 persen.
Disusul lapangan usaha industri pengolahan 15,05 persen, konstruksi 7,70 persen, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan 7,04 persen.
"Terhadap PDRB Regional Pulau Kalimantan Tahun 2022, Kaltim menyumbang 52,15 persen atau terbesar. Sedangkan Kalbar menyumbang 14,48 persen, Kalsel 14,22 persen, Kalteng 11,32 persen, dan Kaltara 7,85 persen," jelas Yusliando.
Kemudian, kinerja pembangunan sumber daya manusia Kaltim tahun 2022, dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim berada diatas Nasional nomor 3 dibawah DKI Jakarta dan DI. Yogyakarta.
Tiga Kabupaten/Kota dengan IPM terendah Kaltim, yaitu Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar)
IPM di Kaltim tahun 2018 sebesar 75,83 poin, lalu naik pada tahun 2019 yakni 76,61 poin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bappeda-Yusliando.jpg)