Video Viral
Terbawa Suasana Perang, Utusan Ukraina Provokasi dan Hajar Wakil Rusia di Acara Turki
Terbawa suasana perang, utusan Ukraina provokasi dan hajar wakil Rusia di acara Turki
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir
TRIBUNKALTIM.CO - Suasana perang Rusia vs Ukraina terbawa ke Forum Internasional.
Dilansir dari Tribunnews.com, perkelahian pecah pada pertemuan puncak Majelis Parlemen Kerja Sama Ekonomi Laut Hitam (PABSEC) di Ankara, ibu kota Turki pada Kamis lalu.
Saat itu anggota delegasi Ukraina berusaha mengganggu pertemuan yang melibatkan Rusia.
Dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (6/5/2023), Penjabat Kepala delegasi sekaligus Ketua Komite Masyarakat Sipil Parlemen Rusia, Olga Timofeyeva mengklaim bahwa para tamu 'terkejut' melihat tindakan rekan Ukraina mereka dalam pertemuan tersebut.
Saat Timofeyeva menyampaikan pidato, beberapa tamu Ukraina muncul di belakangnya, mengibarkan bendera Ukraina yang besar dan apa yang tampak seperti spanduk milik unit militer Ukraina.
Kelompok itu kemudian bentrok dengan petugas yang berusaha mengawal mereka pergi, sesi pun dilanjutkan setelah bendera dilepas.
"Kelompok Ukraina itu berperilaku 'agresif' dan meneriakkan slogan-slogan anti Rusia," kata Timofeyeva, tidak lama setelah sesi tersebut.
Ia kembali mengklaim bahwa anggota delegasi lain 'terkejut melihat sikap mereka'.
"Mereka menggunakan platform apapun untuk memfitnah kami, sementara kami menggunakan platform apapun untuk benar-benar menyatakan posisi kami," tegas Timofeyeva.
Saat ia memberikan wawancara langsung ke saluran TV Rossiya-1 pada hari berikutnya, anggota parlemen Ukraina Aleksandr Marikovsky berdiri di dekatnya sambil memegang bendera Ukraina.
Kemudian seorang anggota delegasi Rusia merebut bendera itu dari tangan Marikovsky, namun saat pria Rusia itu pergi, Marikovsky mengejarnya dan meninjunya.
Pertarungan singkat itu pun langsung dibubarkan oleh pejabat Turki.
Juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Turki, Irina Kasimova mengatakan bahwa Sekretaris delegasi Rusia bernama Valery Stavitsky itu kini sedang dirawat di rumah sakit setelah serangan itu.
Sementara itu, Ketua parlemen Turki Mustafa Sentop mendesak semua pihak untuk menghormati acara dan menjaga kesopanan.
"Semua orang bisa menyuarakan pandangan dan pendapat mereka, tapi jika kita mulai mengadakan demonstrasi maka pertemuan ini akan berubah menjadi gerakan jalanan," kata Sentop.