Berita Nasional Terkini
Mengenal Prof Dr Sulianti Saroso, Sosok Google Doodle Hari Ini, Dokter Pejuang
Mengenal Prof Dr Sulianti Saroso, sosok di Google Doodle hari ini, dokter pejuang.
Namun kampanye Sulianti saat itu menimbulkan resistensi. Gagasannya ditolak mentah-mentah.
Dia juga mendapat teguran dari Kementerian Kesehatan.
Tak lama kemudian ia dipindah ke Jakarta, promosi menjadi Direktur Kesehatan Ibu dan Anak di kantor Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Siapa Google Doodle Hari Ini? Profil Donald Djatunas Pandiangan yang Dijuluki Robin Hood Indonesia
Memperjuangkan KB
Dokter Sulianti masih terus memperjuangkan ide program KB. Hanya saja melalui jalur swasta.
Bersama sejumlah aktivis perempuan, ia mendirikan Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) yang menginisiasi klinik-klinik swasta yang melayani KB di berbagai kota.
Para pejabat kementerian tutup mata. Untuk membangun model sistem pelayanan ibu dan anak, ia juga mendirikan pos layanan di Lemah Abang, Bekasi.
Tujuannya, pelayanan medik bagi ibu dan anak bukan tujuan akhir. Goal-nya kehidupan ibu dan anak yang sehat dan bahagia.
Memasuki tahun 1960-an, Sulianti dihadapkan pada masalah. Suaminya, Saroso, yang sebelumnya pejabat tinggi di Kementerian Perekonomian tersisih secara politik.
Sebagai tokoh PSI (Partai Sosialis Indonesia), Saroso mendapat imbas peristiwa PRRI.
Tak mau lama terpuruk dalam situasi rumit, Sulianti mengambil beasiswa di Tulane Medical School, New Orleans, Louisiana.
Dalam lima tahun, ia meraih gelar MPH dan PhD. Desertasinya tentang epidemiologi bakteri E-Coli.
Menggalakkan Indonesia bebas cacar Selesai dengan PhD-nya, Sulianti sempat setahun menjadi asisten profesor di Tulane, dan punya opsi memperpanjangnya.
Lamarannya untuk menjadi profesional di Kantor Pusat WHO di Genewa, Swiss, diterima.
Namun, saat ia berada di Jakarta mempersiapkan kepindahannya, Menteri Kesehatan Profesor GA Siwabessy menahannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Google-Doodle-hari-ini-Rabu-1052023.jpg)