Rabu, 10 Juni 2026

Ilmu Pengetahuan

Mengenal Ular Weling dan Welang, Serupa tapi tak Sama, Sering Ditemui Kala Hujan

Di sisi lain, jenis ular tersebut dapat dikenali dari tanda V terbalik yang berada di kepala. Ular welang dapat tumbuh hingga panjang 210 sentimeter.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Monaco Nature Encyclopedia
Ilustrasi wujud Ular Welang. Adapun, ular welang termasuk jenis ular yang aktif di malam hari dan memiliki sifat pemalu sehingga mereka biasanya sulit dilihat. 

Sementara bagian perut ular weling berwarna putih atau tidak memiliki pola sama sekali.

Ular tersebut dapat tumbuh hungga panjang 1-1,5 meter dengan bentuk ekor yang lancip. Ular weling juga memiliki ciri lain, yaitu tidak memiliki tanda V terbalik di bagian kepala.

Pola perilaku ular weling

Apabila orang bertemu ular weling, mereka disarankan tidak bermain-main dengan hewan reptil ini. Pasalnya, ular weling adalah hewan predator nokturnal dengan bisa bersifat neurotoksin atau racun yang menyerang saraf.

"Jenis racunnya neurotoksin, menyerang saraf. Karakter (racun) itu mata (korban) jadi sayu, kelihatan ngantuk," ujar pakar Hepetofauna Universitas Brawijaya Malang, Nia Kurniawan.

Adapun, bisa yang disuntikkan ular weling dapat membunuh orang apabila tidak ditangani selama 12 jam.

Orang yang digigit ular weling juga dapat merasakan sejumlah gejala, seperti:

Paralisis karena saraf berhenti bekerja dan kejang.

Mual.

Sakit kepala.

Sakit perut.

Muntah.

Diare.

Pusing.

Ular welang

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved