Jumat, 12 Juni 2026

Berita Kukar Terkini

Posyandu Teratai jadi Terbaik di Kukar, Kadernya Digaji Minim, Kerjanya Maksimal

Dengan gaji minim, ia mengaku kagum. Pasalnya, para kader posyandu selalu memberikan pelayanan yang sangat baik pada masyarakat

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab Kukar
Warga Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur bertanam hidroponik untuk mengatasi masalah gizi di wilayahnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kesuksesan Pos Pelayananan Terpadu (Posyandu) Teratai di Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi kisah inspirasi bagi  yang lainnya. 

Posyandu Teratai telah dinobatkan oleh Pemkab Kukar sebagai Posyandu Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2023.

Demikian dipaparkan oleh Kepala Desa Muara Enggelam, Madi kepada TribunKaltim.co pada Sabtu (27/5/2203) di Kukar, Kalimantan Timur.

Dia menyatakan, selama ini kader posyandu Teratai melayani masyarakat secara ikhlas.

Baca juga: Angkat Potensi Pariwisata Desa Muara Enggelam Kukar, Puluhan Warga Dibekali Pelatihan Pemandu Wisata

Dengan gaji minim, ia mengaku kagum. Pasalnya, para kader posyandu selalu memberikan pelayanan yang sangat baik pada masyarakat.

"Setiap bulan ada 2 kali pelayanan. Baik, suntik untuk balita dan juga pemberian gizi tambahan. Dan mereka selalu melayani dengan ikhlas," kata Madi. 

Namun demikian, ada cerita dibalik kesuksesan Posyandu Teratai, mereka gencar berinovasi untuk mengatasi permasalahan stunting.

Berdiri di atas danau membuat warga Desa Muara Enggelam kesulitan mendapatkan makanan bergizi. Masalah ini pelan-pelan redup lewat hidroponik.

Ilustrasi pelatihan bercocok tanam dengan metode hidroponik.
Ilustrasi pelatihan bercocok tanam dengan metode hidroponik. (HO/Otorita Ibu Kota Nusantara)

Sejumlah balita Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pun ditengarai mengalami stunting.

Kondisi ini diyakini terjadi karena warga desa kekurangan asupan gizi. Menyiasati masalah tersebut, penduduk bersama Pemkab Kukar mengembangkan hidroponik. Hasilnya cukup menggembirakan.

Kukar Terselimuti Sunting

Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) persentase angka stunting di Kukar terbilang masih tinggi sekira 27,1 persen.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Adinur menyebut, setiap kelahiran 100 bayi diperkirakan ada 25 atau 26 anak rentan stunting.

Pemerintah pusat dan Kabupaten Kutai Kartanegata pun terus berupaya menurun angka stunting dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Sejauh ini telah terbentuk TPK yang memiliki personil sebanyak 1.431 orang yang terbagi menjadi 447 kelompok.

Baca juga: Rakor Satgas Stunting Regional Tengah Digelar, BKKBN Fokus pada Solusi Implementatif

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved