Berita Berau Terkini
Distanak Berau Periksa untuk Pastikan Kondisi Hewan Kurban Sehat
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, lakukan monitoring terhadap kesehatan hewan kuban yang tiba di Bumi Batiwakkal, Selasa (30/5/2023)
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, melakukan monitoring terhadap kesehatan hewan kuban yang tiba di Bumi Batiwakkal, Selasa (30/5/2023).
Pengecakan sapi kurban yang dilakukan oleh Distanak Berau tesebut, digelar di beberapa lokasi yang dijadikan wadah guna menampung sapi yang baru tiba di Berau.
Kepala Distanak Berau, Junaidi mengatakan bahwa tujuan pengecekan agar sapi tersebut sehat dan layak untuk dikonsumsi pada saat Idul Adha mendatang.
"Pengecekan yang kami gelar ini rutin dilakukan. Bukan hanya momen mendekati Idul Adha saja," ungkapnya saat diwawancarai Selasa (30/5/2023).
Lebih lanjut juga untuk mengetahui apakada sapi yang baru tiba itu ada membawa penyakit atau tidak. Guna tidak adanya dampak ke sapi-sapi yang lainnya.
Baca juga: Kebutuhan Sapi Kurban di Kutai Timur Capai 1.696 Ekor
Baca juga: Kukar Butuh 2 Ribu Ekor Sapi Kurban untuk Idul Adha 2023
"Apalagi permintaan sapi saat ini sedang naik karena momen Iduladha. Pasti mengalami kenaikan, momennya pas," sebutnya.
Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesmavet Distanak Berau, I Putu Setion, ada sebanyak 1.138 ekor sapi kurban di potong pada tahun 2022 lalu.
Sementara pada tahun 2023 ini, sebut I Putu Setion pihaknya masih belum bisa memprediksi berapa banyak jumlah sapi yang nanatinya akan dipotong.
"Kami belum ada informasi pasti berapa. Karena masih pendataan juga," ucapnya.
Saat ini tim dari Distanak Berau dampingi balai karantina wilayah Tarakan, guna pengambilan sampel darah ternak sapi.
Di mana rencananya ada 120 sampel yang akan dimabil.
Jelasnya, pengambilan ini bertujuan untuk pastikan hewan itu dalam kondisi sehat. Dan setiap kedatangan sapi di Berau akan diambil sampelnya guna dikitim ke Tarakan.
"Guna mencegah penyebaran PMK (Penyakit Mulut dan Kaki)," tuturnya.
Adapun sapi yang tiba di Berau ini, beber I Putu Setion adalah sapi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih zona hijau untuk penyebaran PMK nya.
Baca juga: Penjelasan Buya Yahya Mengenai Hukum Kurban Secara Patungan yang Kerap Dilakukan Umat Muslim
"Langkah ini menurut Putu juga merupakan salah satu antisipasi. Jadi sapi dari zona aman yang kita ambil, para pedagang juga sudah paham akan hal itu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/30052023-Petugas-dari-Distanak-Kabupaten-Berau.jpg)