Berita Balikpapan Terkini
2 Sejoli Balikpapan Hobi Menggambar, Kini Jual Kriya Bambu hingga ke Luar Negeri
Pemilik UMKM Bambu Pratama merupakan pasangan suami istri yang gemar menggeluti seni gambar
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemilik UMKM Bambu Pratama merupakan pasangan suami istri yang gemar menggeluti seni gambar.
Isroyani yang merupakan warga asli kota Balikpapan bertemu dengan R. Hamidi asal kota Padang.
Setelah menikah dan dikaruniai seorang anak, Hamidi memutuskan beralih profesi dari karyawan salah satu perusahaan menjadi seorang pengusaha sekaligus pengrajin bambu yang diukir indah.
Isroyani mengaku, berawal dari tahun 1987, mereka memulai usaha dengan bermodalkan uang Rp 35 ribu.
Baca juga: UMKM Wedang Dayak Balikpapan Suguhkan Minuman Bawang Herbal Kekinian Pertama di Indonesia
Demi membeli bahan baku utama produk kriya tersebut, berupa bambu betung hingga bambu Jawa.
"Kita sama-sama suka seni menggambar. Suami suka desain ukiran dan kaligrafi. Sedangkan saya yang buat ukiran nama. Karena bakat kami menyatu, jadi bikin usaha" jelasnya kepada TribunKaltim.co pada Sabtu (3/6/2023).
Saat di Bukit Tinggi, kriya tersebut, ia jual di salah satu kebun binatang kawasan Bukittinggi, Sumatera Barat.
"Produk saya waktu itu hanya gantungan kunci, bingkai foto, celengan kaligrafi ayat kursi, hingga bingkai nama keluarga dan lain-lain," ucapnya.
Usaha tersebut terus menggeliat bahkan sampai keluar negeri. Tak ayal, suami istri itu juga berkiling Indonesia untuk memperkenalkan produknya.
Dengan hanya mengandalkan modal pribadi, mereka menjual dan mengukir ratusan nama hingga keluar negeri seperti Singapura, Jepang, Malaysia, hingga Qatar.
Baca juga: Buktikan Hobi jadi Sumber Penghasilan, Ilustrator Balikpapan Terima Jutaan Rupiah dari Menggambar
Tak cukup sampai disitu, setelah tinggal selama 23 tahun di Bukittinggi, keduanya pindah ke kota Malang, Jawa Timur demi terus menggeliatkan usaha kriyanya.
"Dari Bukittinggi pindah ke Malang selama 16 tahun sampai sekarang. Karena disana banyak bahan bakunya dan nyaman mengolah bahan bakunya disana," tutur wanita yang pernah tinggal dikawasan Gunung Pipa, Balikpapan tersebut.
Isroyani juga mengatakan, selama berkeliling mengikuti pameran pada beberapa event baik di luar maupun dalam negeri, ia tak pernah menemukan UMKM yang sama dengannya. Terutama dalam segi mengukir bambu.
Untuk itu, ia selain aktif pameran event, ia bersama Hamidi membuka sekitar 5 cabang UMKM Bambu Pratama. 2 kedai di wilayah Riau, sedangkan 3 lainnya di Batu, Jawa Timur.
Dengan begitu, imbuhya, ia sukses mengantarkan ketiga anaknya menuju kesuksesan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230603_Hamidi-dan-Isroyani-Warga-Balikpapan-Jago-Gambar.jpg)