Rabu, 6 Mei 2026

Video Viral

Perang Sengit Hancurkan Senjata Barat, Rusia Sukses Tepis Serangan Balasan Ukraina

Perang sengit hancurkan senjata barat, Rusia sukses tepis serangan balasan Ukraina

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengklaim Ukraina telah memulai serangan balasan ke Rusia pada Jumat (9/6/2023).

Namun, menurutnya, serangan balasan Ukraina itu gagal menembus pertahanan Rusia.

"Kami dapat dengan pasti menyatakan bahwa serangan Ukraina ini telah dimulai dengan penggunaan cadangan strategis," kata Putin dalam konferensi pers di Sochi, Krasnodar Krai, Rusia pada Jumat (9/6/2023), dilansir dari Tribunnews.com.

"Tetapi pasukan Ukraina tidak mencapai tujuan mereka di area pertempuran mana pun," tambahnya, dikutip dari The Moscow Times.

Putin mengatakan pertempuran berlanjut selama lima hari, dengan perang sengit kemarin pada Jumat (9/6/2023) dan sehari sebelumnya pada Kamis (8/6/2023).

Dia mengatakan pasukan Ukraina telah menderita kerugian yang signifikan tapi potensi ofensif pasukan Ukraina masih ada.

Presiden Rusia itu juga mengklaim militer Ukraina telah menderita korban yang jauh lebih banyak.

“Kami melihat pasukan rezim Ukraina menderita kerugian yang signifikan,” kata Putin.

Baca juga: Amerika Serikat dan Sekutu Berikan Segalanya ke Ukraina Demi Lihat Rusia Hancur

Diketahui bahwa pihak ofensif menderita kekalahan 3 banding 1 (ini semacam perbandingan klasik) tetapi dalam kasus ini, kerugiannya secara signifikan melebihi level klasik itu.

Vladimir Putin berharap komandan Rusia dapat menilai situasi secara realistis dan bertindak sesuai dengan itu.

Pemimpin Rusia itu juga mengakui, pasukan Moskow menghadapi kekurangan senjata modern.

Ia kemudian menyatakan harapannya, industri militer Rusia akan segera dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Selama beberapa hari, tentara Rusia mengatakan pihaknya memukul mundur serangan di selatan Ukraina, yang akan menjadi fase pembukaan serangan balasan Ukraina.

Sebelumnya, Rusia menyatakan Ukraina telah kehilangan hingga 1.240 tentara dan 39 tank hanya dalam waktu 24 jam pada Jumat (9/6/2023).

"Lusinan kendaraan lapis baja dan unit artileri, termasuk yang disediakan oleh negara-negara Barat, juga dihancurkan," kata pejabat militer Rusia, dikutip dari RT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved