Berita Balikpapan Terkini
50 Pasien Malaria Masih Dirawat, Rata-rata Pekerja Luar Balikpapan
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sedikitnya ada 50 pasien pengidap malaria yang sedang dalam perawatan
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat sedikitnya ada 50 pasien pengidap malaria yang sedang dalam perawatan.
Padahal diketahui bahwa Kota Balikpapan sudah mengantongi sertifikat bebas malaria per tahun 2014.
Rupanya pasien malaria tersebut diderita oleh pekerja yang datang dari luar Balikpapan.
"Adapun kasus malaria yang kita rawat sampai saat ini kumulatif 50 pasien. Semuanya adalah kasus impor dari daerah endemik, bukan di Balikpapan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty pada peringatan Hari Malaria Sedunia, Kamis (15/6/2023).
Daerah endemik yang dimaksud, Andi meneruskan, mulai dari terdekat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Paser hingga Kabupaten Kutai Barat.
Baca juga: Menkes RI Dijadwalkan ke IKN Nusantara Pasca Ditunjuk jadi Lokasi Puncak Hari Malaria Sedunia 2023
Baca juga: Perbatasan IKN Nusantara di Kaltim Berstatus Endemi Tinggi Kasus Malaria
Sedangkan dari luar Kalimantan Timur, mulai dari daerah Pulau Jawa hingga terjauh Pulau Papua.
"Dan memang untuk kasus ini, khususnya karena dibawa oleh pekerja," imbuh Andi.
Hingga saat ini, kasus pengidap malaria itu seluruhnya masih dalam perawatan. Tercatat belum ada yang sampai pasien meninggal dalam periode 2023 akibat malaria.
Kendati begitu, Andi menegaskan, Balikpapan harus diperkuat sekaligus bersiap sebagai tempat rujuk perawatan untuk penyakit malaria.
Baca juga: Adinkes Kaltim Fokus Pencegahan Penyakit AIDS, Tubercolosis dan Malaria
"Jadi Balikpapan itu harus memperkuat puskesmas dan rumah sakit sebagai tempat rujukan perawatan pasien malaria," tukas Andi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/15062023-Kepala-Dinas-Kesehatan-Balikpapan-Andi-Sri-Juliarty.jpg)