Jumat, 8 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

Prospek Bisnis Madu Kelulut dari Kutai Timur, Ada 8 Ribu Produk Turunan

Pada tahun lalu, ia juga telah mengadakan pelatihan produk turunan madu kelulut dengan peserta yang sama, namun dari 8.000 produk turunan.

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Pembukaan pelatihan aneka olahan madu kelulut bagi pelaku UMKM oleh Diskop UMKM Kutim di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (21/6/2023). Pangsa pasar madu kelulut dinilai sangat prospek.  

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar pelatihan aneka olahan madu kelulut bagi pelaku UMKM di Kutim.

Pelatihan yang digelar di aula Hotel MS, Jalan Yos Sudarso I, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur itu mengundang 30 orang pelaku UMKM di bidang produksi madu kelulut.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Diskop UKM Kutim, Darsafani, kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi kepada pelaku UMKM terkait turunan produk hasil olahan madu kelulut.

"Kebanyakan para pelaku UMKM kita ini hanya menjual madu yang dikemas di dalam botol saja, padahal turunan dari madu kelulut itu ada 8.000," ungkapnya, Rabu (21/6/2023).

Baca juga: Ketua DPRD Kutim Dukung Potensi Madu Kelulut di Bengalon, Berhasil Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Pada tahun lalu, ia juga telah mengadakan pelatihan produk turunan madu kelulut dengan peserta yang sama, namun dari 8.000 produk turunan, hanya 5 produk yang dikenalkan.

Mengingat waktu dan biaya yang terbatas, namun para peserta juga dibekali cara memproduksinya.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari ke depan itu juga akan dilakukan kurasi produk yang layak untuk diekspor dengan menghadirkan pihak Bea Cukai Sangatta.

Sementara ini, penghasil madu kelulut yang terdaftar di Diskop UKM diantaranya dari Kecamatan Sangatta Selatan, Kaubun, Bengalon, Rantau Pulung, dan lainnya.

Baca juga: Pembinaan Peternakan Madu Kelulut Bawa Pemkab Kutim Raih Penghargaan Kemenkominfo

"Sebenarnya di setiap kecamatan kita berpotensi budi daya koloni lebah kelulut, sebab masing-masing kecamatan kita punya hutan tropis dan banyak tumbuhan tanaman kembang-kembangan," urainya.

Warga 3 desa di Kutai Timur belajar budidaya madu kelulut.
Warga 3 desa di Kutai Timur belajar budidaya madu kelulut. (HO/KBCF)

Pangsa Pasar yang Cerah

Ia juga mengaku madu kelulut sangat diminati oleh pasar baik lokal maupun global, sebab madu kelulut dinilai banyak manfaatnya.

Misalnya di apotik dan toko kosmetik, banyak menyediakan obat dan vitamin yang berbahan dasar madu kelulut.

"Sangat tinggi pasarnya, lihat itu di apotik-apotik banyak produk-produk madu kelulut, selama ini yang memenuhi baru dari Sulawesi, Sulawesi lebih tinggi petani madu kelulutnya," terangnya.

Ketua DPRD Kutim, Joni bersama warga peternak Madu Kelulut di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
Ketua DPRD Kutim, Joni bersama warga peternak Madu Kelulut di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO)

Oleh sebab itu, ia mendorong para pelaku UMKM di Kutai Timur agar lebih berminat untuk mengembangkan budi daya kelulut, sebab pihaknya juga akan membantu koloni lebah kelulut.

"Nanti kita akan bantu pengadaan koloni kelulutnya," ujarnya.

"Yang penting petani-petani kita mau, adapun pasarannya nanti kita bantu promosikan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved