Jumat, 24 April 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang Hari Ini Kembali Didemo, Tuntut Panji Gumilang Ditangkap

Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang hari ini kembali didemo. Massa tuntut Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun ditangkap.

Editor: Amalia Husnul A
Istimewa via Tribunnews-Tribun Jabar/Handika Rahman
Kiri: Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Kanan: Aksi dorong terjadi antara massa pedemo dengan polisi dalam aksi unras Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Kamis (15/6/2023). Kontroversi Ponpes Al Zaytun yang hari ini , Kamis (22/6/2023) kembali didemo. Massa tuntut Panji Gumilang, Pimpinan Ponpes Al Zaytun ditangkap. 

Covernya perdamaian dan toleransi biar ngak ketahuan. Kelihatan pro pemerintah padahal aslinya tidak," ujarnya.

Apalagi di balik kemegahan Ponpes Al Zaytun sendiri, kata Ken, memiliki tujuan gerakan bawah tanah untuk mendirikan negara Islam dengan modus memanfaatkan isu agama sebagai tamengnya.

"Orang yang mau belajar dimanfaatkan Panji Gumilang, UUD, ujung-ujungnya duit. Boleh mencuri, merampok, menghalalkan segala cara.

Novel 'Tuhan Ijinkan Aku Jadi pelacur' itu NII. Jadi merampok orang kafir itu nggak apa kata mereka," ujar dia.

"Jadi mereka cari uang. Mereka zakatnya bukan beras tapi uang.

Memberi harta itu boleh, karena nanti kalau NII dan Al Zaytun menang nanti dikembalikan," lanjut Ken Setiawan.

Baca juga: Ponpes Al Zaytun Lakukan Praktek Pemerasan Harta Jamaah, Ada yang Jual Diri hingga Depresi

Di samping itu, menurut Ken Setiawan, Ponpes Al Zaytun melakukan menyelewengkan rukun Islam dan mengkafirkan orang di luar negara islam.

Dia juga menyebutkan bahwa Pengikut Pondok Pesantren Al Zaytun itu ada haji sendiri.

Tiap 1 Muharam seluruh jemaah yang ada di Indonesia yang bergabung dalam kelompok NII itu berkumpul di sana.

Mereka melakukan thawaf bukan keliling Kabah, tapi keliling Al Zaytun, 1200 Ha pakai mobil.

"Melempar jumroh bukan pakai batu tapi pakai sak semen, semakin besar semakin soleh.

Mereka juga mengatakan Al Quran ini bukan dari Allah melainkan perkataan nabi Muhammad, berarti ini kan menodakan agama," ujarnya.

Ken Setiawan menilai, apa yang dilakukan Ponpes Al Zaytun membuat jelek nama pesantren.

Ia juga berharap, pemerintah bisa turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"MUI agar segera mengeluarkan fatwa dan Kemenag dengan bukti-bukti yang ada agar menindak Al Zaytun," ujar dia. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved