Berita Kaltim Terkini

Kasus Bullying di Kaltim Masih Rentan Terjadi pada Peserta Didik

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, selama ini pihaknya aktif.

|
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan perundungan atau bullying masih rentan terjadi di lingkungan sekolah, untuk itu ia ingin pengawasan di sekolah juga masif, Jumat (23/6/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus perundungan atau bullying masih rentan terjadi di lingkungan sekolah dan diakui pihak terkait masih ada.

Hal ini menuntut perhatian dari seluruh pihak. Mulai orangtua, sekolah, hingga pemerintah.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, selama ini pihaknya aktif untuk berkoordinasi dan melakukan sosialisasi dengan sejumlah sekolah.

"Kami ada menyebarkan surat edaran Gubernur ke pemerintah Kabupaten/Kota dalam hal bullying dan sebagainya. Pun kami juga memberi edukasi ke sekolah-sekolah," kata Noryani kepada TribunKaltim.co pada Jumat (23/6/2023).

Baca juga: SDN 006 Sangatta Utara Target Predikat Sekolah Ramah Anak, Sosialisasikan Pencegahan Bullying

Pihaknya juga telah datang ke sejumlah sekolah, dan banyak hal yang dijelaskan.

Mulai apa saja tindakan bullying, penyebabnya, dan cara mengatasinya.

"Saya rasa pengawasan dari sekolah juga harus tetap masif untuk mengatasi bullying dengan cara siswa diberikan kegiatan-kegiatan yang positif," tegasnya.

Pada umumnya, para siswa(i) mesti menjalin interaksi dengan teman-teman sebayanya di sekolah.

Tetapi, jika ada yang salah dalam interaksi tersebut maka akan ada celah untuk terjadinya bullying ke salah satu siswa(i) atau sekelompok siswa(i).

Baca juga: Kejari Kubar Perkenalkan Kejaksaan Cyber Bullying di SMK Negeri 1 Sendawar 

Hal ini menurut Noryani perlu pengawasan dan mekanisme pengawasan harus ditingkatkan agar bisa berjalan baik.

"Kalau ada sekolah yang tidak ada pengawasan dari guru-gurunya, itu harusnya bisa diperbaiki lagi sistemnya," imbuhnya.

Bullying juga diakuinya bukan perkara sepele, apalagi perlakuan yang dialami korban bisa berpengaruh terhadap psikis dan mengganggu aktivitas dalam belajar di sekolah.

"Saya berharap apapun bentuk bullying-nya bisa dicegah sedari awal. Dalam hal ini, institusi pendidikan ada kewajiban untuk mengingatkan dan mengawasi peserta didiknya selama berkegiatan di sekolah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved