Berita Nasional Terkini

Daftar 10 Negara dengan Urutan Mata Uang Terendah di Dunia 2023, Indonesia Nomor Berapa?

Simak daftar 10 negara dengan mata uang terendah 2023, lengkap dengan apa penyebabnya. Indonesia masuk peringkat berapa?

|
Penulis: Anneke Puteri | Editor: Anneke Puteri
UNSPLASH
Ilustrasi uang dunia. Simak daftar 10 negara dengan mata uang terendah 2023, lengkap dengan apa penyebabnya. Indonesia masuk peringkat berapa? 

TRIBUNKALTIM.CO - Lihat daftar 10 negara dengan urutan mata uang terendah di dunia 2023, Indonesia nomor berapa?

Setiap negara memiliki mata uang dengan nilai tukar berbeda satu sama lain yang satuannya telah diatur dengan negara, pemerintah, dan rakyatnya.

Di seluruh dunia, ada 10 negara dengan mata uang terendah di dunia karena berbagai macam penyebabnya.

Amerika Serikat umumnya memiliki nilai mata uang yang menjadi tumpuan nilai pertukaran uang secara global.

Nilai mata uang ini pun bisa berubah dalam periode tertentu.

Umumnya, mata uang dollar menjadi tumpuan yang lalu dibandingkan dengan satuan uang negara lain, sehingga bisa muncul mata uang terendah di dunia.

Dilansir dari Katadata, Euro Change mengatakan saat ini sudah ada lebih dari 100 mata uang yang diakui di seluruh dunia.

Di antara ratusan mata uang tersebut, Indonesia masuk dalam daftar 10 mata uang terendah di dunia 2023.

Lalu, negara apa saja yang memiliki mata uang terendah pada tahun 2023?

20230704_10 Negara Mata Uang Terendah 2023-1
Inilah daftar 10 negara dengan mata uang terendah tahun 2023. Indonesia berada di urutan kelima.

1. Rial Iran (IRR)

Iran menjadi negara dengan mata uang yang terendah pada tahun 2023 karena disebabkan oleh beberapa faktor.

Salah satunya adalah Revolusi Islam pada 1979 menyebabkan penarikan investor asing sampai perang Iran-Irak.

Mulai Juni 2023, nilai tukarnya sebagai berikut:

- 1 USD = 23.641 VND

- 1 VND = 0,00004230 USD

2. Dong Vietnam (VND)

Dong Vietnam masuk dalam urutan kedua terendah mata uang seluruh dunia tahun 2023.

Penyebab dari rendahnya mata uang ini karena dulu Vietnam menerapkan sistem ekonomi terpusat yang diatur secara mutlak oleh pemerintah.

Baca juga: 7 Game Penghasil Uang Tercepat 2023, Terbukti Membayar Rp 50 Ribu Langsung ke DANA tanpa Iklan

Namun seiring berjalannya waktu, ekonomi pasar Vietnam sudah mulai berkembang.

3. Sierra Leone Leone (SLL)

- 1 USD = 19.750 SLL
- 1 SLL = 0,000051 USD

Sierra Leone Leone (SLL) adalah mata uang dari kawasan negara-negara di Afrika.

Penyebab rendahnya mata uang di negara-negara Afrika ini adalah karena adanya skandal keuangan, korupsi, bahkan penyakit Ebola.

Baca juga: Rusia dan Negara-negara BRICS Siapkan Mata Uang Cadangan Internasional, Bakal Saingi Dolar AS

Negara-negara di Afrika ini juga mengalami perang saudara yang mengerikan sehingga terjadi penurunan ekonomi negara, begitu pula dengan mata uangnya.

4. Kip Laos (LAK)

- 1 USD = 19.013 LAK

- 1 LAK = 0,00005260 USD

Kip Laos sudah memiliki tingkat mata uang yang rendah sejak diperkenalkan pada tahun 1952 silam.

Laos berbatasan dengan Vietnam dan Thailand yang bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata.

Namun, sektor tersebut mengalami penurunan akibat adanya pandemi COVID-19.

Tak hanya itu, Laos juga memiliki utang luar negeri dengan defisit anggaran yang besar.

Baca juga: 1 Dollar Kembali Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia

Perlahan, mata uang KIP juga sebenarnya telah meningkat, apalagi dengan adanya rencana kereta api yang akan menghubungkan Beijing ke Laos, sehingga mungkin dapat menarik investor.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

- 1 USD = 15.041 IDR

- 1 IDR = 0,00006649

Nilai mata uang rupiah ini dipengaruhi dengan faktor defisit neraca perdagangan, utang luar negeri, dan inflasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu nilai uang Indonesia juga mengalami penurunan karena harga komoditas ekspor yang jatuh dan cadangan devisa berkurang.

6. Som Uzbekistan (UZS)

- 1 USD = 11.472 UZS

- 1 UZS = 0,00008717 USD

Baca juga: Rupiah Tembus Rp 15 Ribu Per Dollar AS, Nilai Tukar Rupiah Alami Pelemahan

Penyebab turunnya nilai mata uang dari Uzbekistan ini karena adanya ketidakpastian ekonomi pasca pandemi COVID-10.

Uzbekistan adalah negara di Asia Tengah yang berbatasan dengan bekas republik Soviet.

Uzbekistan bergantung pada sektor pertanian terutama kapas, dan sektor energi dari gas alam.

7. Franc Guinea (GNF)

- 1 USD = 8.560 GNF 

- 1 GNF = 0,00011668 USD

Guinea mengalami ketidakstabilan politik karena adanya korupsi sehingga menyebabkan mata uangnya menjadi lemah.

Padahal Guinea adalah negara di Afrika Barat yang memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti bauksit, emas, dan berlian.

8. Guarani Paraguay (PYG)

- 1 USD = 7.231 PYG

- 1 PYG = 0,0001383 USD

Baca juga: Cara Mudah Dapatkan Dollar di Aplikasi Penghasil Uang Snapchat, Tinggal Klik Langsung Dibayar

Penurunan mata uang ini disebabkan karena adanya inflasi, kemiskinan, korupsi, ditambah lagi dengan tingkat pengangguran yang tinggi.

Paraguay juga termasuk dalam negara yang bergantung pada sektor pertanian seperti jagung, gandum, dan kedelai.

9. Shilling Uganda (USH)

- 1 USD = 3.653 USH

- 1 USD = 0,00027 USDH

Kebijakan dari negara Uganda tentang imigrasi berdampak negatif terhadap perekonomian dan pembangunan negara. 

Rendahnya mata uang juga disebabkan oleh utang luar negeri yang meningkat dan ketidakpastian politik.

10. Dinar Irak (IQD)

- 1 USD = 1.304 IQD

- 1 IQD = 0,0007667 USD

Rendahnya mata uang Irak ini karena adanya penurunan nilai mata uang yang disebabkan oleh ketidakstabilan politik. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved