Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

6 Kebocoran Data Libatkan Hacker Bjorka, Jual 10 Juta Dollar hingga Bocorkan Data KPU Sampai Paspor

Inilah enam kebocoran data libatkan peretas Bjorka, jual 10 juta dollar hingga bocorkan data KPU sampai paspor.

Tayang:
Editor: Ikbal Nurkarim
(KOMPAS.com/BILL CLINTEN)
lustrasi: Bjorka yang menjual 1,3 miliar data registrasi kartu SIM Indonesia berisi nomor HP dan NIK - Inilah enam kebocoran data libatkan peretas Bjorka, jual 10 juta dollar hingga bocorkan data KPU sampai paspor. 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah enam kebocoran data libatkan peretas Bjorka, jual 10 juta dollar hingga bocorkan data KPU sampai paspor.

Peristiwa dugaan kebocoran data kembali terjadi di Indonesia.

Pihak yang mengaku sebagai peretas dengan identitas Bjorka mengeklaim menguasai 34,9 juta data paspor warga Indonesia.

Bjorka disebut menawarkan data itu melalui situs Breached Forum.

Dia menjual data itu senilai 10.000 dollar Amerika Serikat.

Peretas Bjorka sudah berulang kali mengambil data masyarakat buat dijual.

Sampai saat ini sosoknya pun belum terungkap.

Baca juga: Bjorka Bocorkan 19 Juta Data Pengguna BPJS Ketenagakerjaan, Dijual Rp 15 Juta

Kebocoran data paspor Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM turut menambah panjang insiden serupa.

Berikut ini kami rangkum sejumlah insiden kebocoran data di Indonesia yang melibatkan peretas Bjorka dirangkum dari Kompas.com

1. Kebocoran data IndiHome

Peretas Bjorka menyatakan menjual 26 juta data riwayat pencairuan pengguna jasa penyedia internet, IndiHome, melalui situs Breached Forum pada 20 Agustus 2022.

Data yang dimiliki Bjorka yang diduga milik pelanggan IndiHome berisi domain, platform, peramban (browser), URL, Google keyword, internet protocol (IP), resolusi layar, lokasi pengguna, surel (e-mail), gender, nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan berbagai data lain.

Akun media sosial milik hacker atau peretas Bjorka yang jadi sorotan publik kini tidak dapat diakses.
Akun media sosial milik hacker atau peretas Bjorka yang jadi sorotan publik kini tidak dapat diakses. (Kolase TribunKaltim.co)

Pihak Telkom sebagai induk IndiHome saat itu menyatakan memeriksa dan memastikan validitas data.

Mereka juga berjanji menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi.

Selain itu, mereka juga menyatakan tidak pernah mengambil keuntungan komersial atau memperjualbelikan data pribadi pelanggan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved