Jumat, 10 April 2026

Video Viral

Kasihan Ukraina, Hancur Diserang Rusia Tapi Masih Ditolak AS Jadi Anggota NATO

Kasihan Ukraina, hancur diserang Rusia tapi masih ditolak Amerika Serikat jadi anggota NATO

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan belum saatnya bagi Ukraina untuk menjadi anggota NATO sekarang.

Dilansir dari Tribunnews.com, perang Rusia di Ukraina harus diakhiri sebelum NATO dapat mempertimbangkan untuk menambahkan Ukraina ke dalam jajarannya, ujar Biden seperti yang dilaporkan CNN.

Dalam sebuah wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN menjelang perjalanannya selama seminggu ke Eropa, Joe Biden mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memulai proses mengizinkan Ukraina bergabung dengan NATO di tengah perang.

Proses tersebut dapat terjadi hanya setelah perjanjian damai dengan Rusia sudah ada.

Namun, Biden mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya di NATO akan terus memberi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pasukannya keamanan dan persenjataan yang mereka butuhkan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

“Saya kira belum ada kebulatan suara di NATO tentang apakah akan membawa Ukraina ke dalam keluarga NATO atau tidak sekarang, pada saat ini, di tengah perang,” kata Biden.

"Jika perang sedang berlangsung, maka kita semua akan berperang."

"Kami berperang dengan Rusia, jika itu yang terjadi", tambahnya.

Baca juga: Kelakuan Turkiye Buat Rusia Geram, 5 Komandan Perang Ukraina Dibebaskan Erdogan

Baca juga: Ribuan Warga Cacat, Kamboja Ingatkan Ukraina Tak Pakai Bom Tandan AS Lawan Rusia

Para anggota NATO berjanji bahwa jika ada satu anggotanya yang diserang, maka anggota lain akan ikut melawan bersama-sama membela anggotanya.

Joe Biden mengatakan bahwa dia berbicara panjang lebar dengan Zelensky tentang masalah ini.

Ia mengatakan kepada presiden Ukraina bahwa AS akan terus menyediakan keamanan dan persenjataan untuk Ukraina.

"Saya rasa kita harus menetapkan jalur yang rasional agar Ukraina dapat memenuhi syarat untuk dapat masuk ke NATO," kata Biden.

Biden menekankan bahwa dia menolak permintaan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelum perang untuk tidak mengakui Ukraina karena aliansi memiliki "kebijakan pintu terbuka."

"Tapi saya pikir terlalu dini untuk mengatakan, untuk menyerukan pemungutan suara, sekarang, karena ada kualifikasi lain yang perlu dipenuhi, termasuk demokratisasi dan beberapa masalah itu," tambah Biden.

Sebelumnya pada hari Jumat (7/7/2023), pemerintahan Biden mengumumkan bahwa AS akan mengirimkan munisi tandan (bom cluster) ke Ukraina untuk pertama kalinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved