Berita Internasional Terkini
Makin Serius! Australia Tunjukkan Komitmen Dukung Ukraina, Kirim Pesawat Pengintai Hadapi Rusia
Makin serius, Australia tunjukkan komitmen dukung Ukraina. Kirim pesawat pengintai hadapi Rusia.
TRIBUNKALTIM.CO - Simak informasi seputar perang Rusia vs Ukraina terbaru.
Hingga kini perang Rusia vs Ukraina masih berlangsung.
Belum ada tanda-tanda konflik Rusia vs Ukraina usai.
Baik Rusia maupun Ukraina mendapat dukungan dari beberapa negara sekutu.
Bahkan makin serius, Australia tunjukkan komitmen dukung Ukraina.
Ya, kabarnya Australua mengirim pesawat pengintai untuk Ukraina dalam perang hadapi Rusia.
Australia kembali menunjukkan dukungan terhadap Ukraina yang hingga kini masih dilanda invasi militer Rusia.
Selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: Total 9 Ribu Warga Sipil Tewas di Hari 500 Invasi Rusia, Turki Dukung Ukraina Gabung NATO
Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Rabu (12/7/2023) atau hari ke-504 perang Rusia, Australia akan mengirim pesawat pengintai Angkatan Udaranya ke Jerman untuk membantu mendukung Ukraina dengan melindungi jalur pasokan bantuan kemanusiaan dan militer yang vital.
Pesawat E-7A Wedgetail, salah satu platform peringatan dini dan kontrol udara paling canggih di Australia, akan berbasis di Jerman selama 6 bulan bersama dengan sebanyak 100 awak dan personel pendukung.
Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada konferensi pers di Ibu Kota Jerman, Berlin pada Senin (10/7/2023).
“Ini adalah kontribusi penting,” kata Albanese yang berdiri di samping Kanselir Jerman Olaf Scholz.
“Australia, tentu saja, jauh dari Eropa. Namun salah satu hal yang dilakukan perang ini adalah mengingatkan kita bahwa di dunia global yang saling terhubung saat ini, peristiwa seperti perang darat di Eropa berdampak pada seluruh dunia." ujar sang perdana menteri.
"Kami telah dipengaruhi oleh ekonomi kami, [dan] kami dikejutkan oleh invasi brutal dan pengabaian terhadap tatanan berbasis aturan internasional, yang kami pikir adalah sesuatu yang kami harapkan akan menjadi kehadiran permanen. Jadi penting bahwa dunia demokrasi bereaksi untuk mempertahankan tatanan berbasis aturan.” sambungnya.
Baca juga: Kelakuan Turkiye Buat Rusia Geram, 5 Komandan Perang Ukraina Dibebaskan Erdogan
Sementara itu, Scholz memberikan dukungannya untuk hal tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cegat-china_20170725_162729.jpg)