Berita Viral
Terjawab Siapa Oppenheimer Sebenarnya, Profil/Biodata Pencipta Bom Atom dan Kisah Hiroshima Nagasaki
Terjawab siapa sosok Oppenheimer sebenarnya, simak profil/biodata pencipta Bom Atom di ledakan dahsyat Hiroshima dan Nagasaki.
Saat usianya 12 tahun, ia diundang lembaga untuk menyampaikan ceramah. Setelah lulus SMA Oppenheimer masuk Universitas Harvard dan mendapat predikat summa cum laude setelah hanya tiga tahun belajar.
Ia kemudian belajar fisika teoretis di Universitas Cambridge dan Universitas Göttingen di Jerman, gelar doktornya berhasil diraihnya pada usia 23 tahun.
Menjadi Fisikawan muda, Oppenheimer juga termasuk salah satu tokoh-tokoh ilmiah yang memajukan teori kuantum dan meramalkan segala sesuatu mulai dari neutron hingga lubang hitam.
Ia merupakan sosok yang suka belajar, di luar sains, Dia belajar bahasa Sansekerta hingga agama.
Baca juga: NEWS VIDEO Sejarah Hari ini, 6 Agustus: Tragedi Bom Atom di Hiroshima pada 1945
Pada tahun 1925, Oppenheimer memulai pekerjaan pascasarjana di bidang fisika di Laboratorium Cavendish di Cambridge, Inggris.
J. J. Thomson, yang dianugerahi Hadiah Nobel Fisika tahun 1906 karena mendeteksi elektron, setuju untuk mengambil Oppenheimer sebagai mahasiswa.
Setelah Amerika Serikat bergabung dengan Sekutu pada tahun 1941, Oppenheimer diminta untuk berpartisipasi dalam Proyek Manhattan yang bersifat sangat rahasia karena bertujuan untuk mengembangkan senjata atom.
Oppenheimer berusaha mencari tahu apa yang perlu terjadi untuk memicu dan mempertahankan jenis reaksi berantai neutron yang diperlukan untuk menciptakan ledakan nuklir.
Atasan Oppenheimer terkesan dengan pengetahuan, ambisi, dan kemampuannya yang luas untuk bekerja dan menginspirasi ilmuwan lain.
Pada tahun 1942, Angkatan Darat AS meminta Oppenheimer untuk mengepalai laboratorium rahasia tempat bom akan diuji. Terpilihlah lokasi Sekolah Peternakan Los Alamos, sebuah sekolah swasta laki-laki di dekat Santa Fe.
Pada 16 Juli 1945, Oppenheimer dan yang lainnya berkumpul di lokasi uji coba Trinity di selatan Los Alamos untuk percobaan ledakan nuklir pertama di dunia.
Itu adalah saat yang menegangkan, para ilmuwan tahu bahwa bom yang mereka juluki "Gadget" akan membentuk masa depan dunia, sekaligus mengakhiri Perang Dunia II.
Meskipun perang di Eropa telah berakhir, para pejabat AS khawatir fase paling berdarah perang masih ada di depan mereka yakni serangan terhadap Jepang.
Harapannya, AS bisa memaksa Jepang untuk menyerah dengan mengancam akan menggunakan senjata baru.
Pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan dua bom yang dikembangkan Oppenheimer di Hiroshima dan Nagasaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230720_oppenheimer.jpg)