Sabtu, 11 April 2026

120 Peserta Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian

Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian, Jumat (21/7/2023)

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUN KALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Sebanyak 120 orang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian, Jumat (21/7/2023).TRIBUN KALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian, Jumat (21/7/2023).

Bimtek digelar Hotel Grand Kartika Samarinda itu, dibuka langsung Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik atau DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono.

Pada kesempatan itu, Budisatrio mengatakan sektor pertanian merupakan sektor yang sangat vital dan penting, bukan hanya bagi Kaltim tetapi bagi Indonesia ke depannya.

Sehingganya di legistalatif, bersama Kemenpan memastikan anggaran yang ada di sana, ditujukan kepada program yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

"Makanya kami setiap tahun menggelontorkan banyak program ada yang bentuknya fisik dan ada juga yang non fisik," ungkapnya saat berikan sambutan.

Baca juga: DPRD Penajam Paser Utara Guyur Rp750 Dana Aspirasi Buat Kendaraan 49 Penyuluh Pertanian

Baca juga: Tenaga Penyuluh Masih Minim, Ketua Komisi I DPRD Berau Minta Pemkab Cari Solusi

Program yang dikhususkan untuk membantu para petani juga telah diberikan seperti Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti exavator dan lain sebagainya.

Lalu ada juga untuk sarana pra sarananya seperti jalan usaha tani, dan jaringan irigasi guna memenuhi kebutuhan air di lahan-lahan pertanian para petani.

"Sampai kepada pemenuhan kebutuhan pupuk, karna pupuk ini banyak menjadi keluhan petani apalagi mereka yang mebutuhkan pupuk subsidi," tuturnya.

Ia menambahkan menyongsong pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, pihaknya inginkan Kaltim dapat memproduksi pangannta tersendiri.

Terlebih Kaltim juga akan menjadi lunggu pangan bagi Indonesia. Atas itu bagaimana caranya untuk tanah di Bumi Etam ini dapat subur seperti di tanah jawa.

"Produksinya juga bisa seperti di tanah di jawa. Ini memang perlunya tekhnik khusus untuk menyuburkan tanah," ucapnya.

Dirinya juga mendorong para anak-anak muda atau generasi muda untuk bersama-sama memperjuangkan sektor pertanian ini agar terus berkembang lagi.

Maka lewat agenda Bimtek ini, bisa memberikan ilmu dan manfaat bagi para peserta yang terdiri dari para petani milenial dan petani convensional.

Baca juga: Bantuan Laptop dan Baju Batik ke Penyuluh Pertanian Lapangan Sangsakakauka

"Semoga bisa memberi semangat bagi mereka, ataupun yang belum menekuni di pertanian melalui bimtek ini mendorong anak-anak muda," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved