IKN Nusantara

Kemenhub Akui Pembangunan Jalur Kereta Api Menuju IKN Nusantara Cukup Menantang

Kemenhub akui pembangunan jalur kereta api menuju IKN Nusantara cukup menantang

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji pembangunan jalur kereta api di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

Rencananya KA menjadi salah satu moda transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat di IKN.

Dilansir dari Kontan, Dirjen Perkeretaapian Mohamad Risal Wasal mengatakan, tahun depan akan ada tiga program prioritas di IKN.

Di antaranya melakukan studi amdal untuk membangun transportasi kereta api untuk mendukung IKN.

Risal mengakui rencana pembangunan kereta api di IKN cukup menantang.

Namun demikian, dia meyakini Kemenhub dapat mewujudkan hal tersebut.

Saat ini, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama pengembangan kereta api di IKN.

Meski begitu, Risal belum menjelaskan secara detail penjajakan dengan investor mana saja terkait pengembangan kereta api di IKN.

“Iya (kajian) sudah proses untuk trasenya, rencana ada 3 layanan KA.

KA Bandara, KA perkotaan dan KA intercity,” ujar Risal saat dikonfirmasi, Minggu (23/7).

Sebelumnya, Penjajakan kerja sama pembangunan kereta api diantaranya dilakukan saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beraudiensi dengan Presiden Direktur China Railway International (CRIC) Ju Guojiang pada Kamis (20/7/2023).

Audiensi tersebut untuk membahas peluang kerja sama pembangunan infrastruktur perkeretaapian, khususnya di Ibu Kota Nusantara.

Seperti diketahui, CRIC merupakan perusahaan platform CR-Group yang menangani konstruksi pembangunan proyek jalur kereta api di luar China, dan berfokus pada investasi, pembangunan jalur kereta api, serta pengoperasian.

Saat ini, CRIC merupakan salah satu perusahaan yang menjadi kontraktor utama pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Lalu, pada September 2022, Kemenhub dan Bappenas juga mengunjungi Austria untuk menjajaki pembangunan kereta gantung di IKN.

Menhub Budi Karya dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa berkunjung ke kantor Doppelmayr Garaventa Group di Wolfurt, Austria untuk bertemu dengan CEO Doppelmayr, Mr Thomas Pichler, serta melihat langsung sistem pembuatan dan pengelolaan kereta gantung.

Adapun, Doppelmayr Garaventa Group merupakan produsen kereta gantung internasional dan penggerak orang untuk area ski, transportasi perkotaan, taman hiburan, dan material handling system.

Hingga tahun 2019, perusahaan ini telah melakukan lebih dari 15.000 instalasi di 96 negara.

Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga sempat menawarkan pengembangan proyek kereta api di IKN usai bertemu dengan Presiden Jokowi pada Juli 2022 lalu.

Putin menyebut, Rusia memiliki Russian Railways yang merupakan perusahaan kereta bidang jasa pelayanan penumpang dan barang. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved