Selasa, 28 April 2026

Video Viral

Rusia, China dan Korea Utara Makin Mesra, Ada Isu Pasok Senjata Perang ke Ukraina

Rusia, China dan Korea Utara makin mesra, ada isu pasok senjata perang ke Ukraina

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

Kunjungan mereka menandai pertama kalinya Kim membuka pintu bagi tamu asing sejak pandemi Covid.

Terakhir kali Pyongyang mengundang delegasi pemerintah asing untuk parade militer adalah pada Februari 2018.

Selain memamerkan persenjataan yang dimiliki Korea Utara, Kim Jong Un juga berbincang secara hangat dengan Shoigu.

Dalam pertemuan itu, Shoigu memberikan surat bertanda tangan dari Presiden Rusia Vladimir Putin ke Kim Jong Un.

KCNA, menambahkan, Shoigu menyebut militer Korea Utara "yang paling kuat" di dunia.

Delegasi China yang berkunjung, dipimpin oleh anggota politbiro China, Li Hongzhong, juga menyerahkan surat pribadi dari Presiden China Xi Jinping kepada Kim Jong Un.

Kim dilaporkan mengatakan kepada Li bahwa "rakyat Korea tidak akan pernah melupakan fakta bahwa prajurit pemberani dari Relawan Rakyat China menumpahkan darah untuk membawa kemenangan perang".

Beijing telah mengirim pasukan pada musim gugur 1950 untuk mendukung Korea Utara dalam perang melawan Korea Selatan.

Uni Soviet saat itu juga mendukung Korea Utara dalam perang tersebut.

Sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia tetap menjadi sekutu alami bagi Korea Utara karena ketidaksukaan mereka terhadap AS.

Beberapa analis mengatakan penyertaan utusan China dan Rusia dalam parade Hari Kemenangan tahun ini mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran pembatasan Covid. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved