Sabtu, 11 April 2026

Berita Paser Terkini

TPPS Kabupaten Paser Beberkan 3 Kecamatan Rawan Terpapar Stunting

Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Paser petakkan 3 kecamatan rawan terpapar stunting di Bumi Daya Taka.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser, Amir Faisol. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Paser petakkan 3 kecamatan rawan terpapar stunting di Bumi Daya Taka.

Berdasarkan hasil survei analis gizi tahun 2022, Prevalensi kasus stunting di Kabupaten Paser mencapai 24,9 persen, di atas prevalensi nasional yaitu 21 persen.

Sekretaris TPPS Kabupaten Paser Amir Faisol mengatakan, penanganan kasus gizi buruk perlu persamaan persepsi di kalangan penggerak mulai di tingkat desa.

"Hasil pengamatan kami, ada tiga kecamatan yang rawan stunting yaitu Tanjung Harapan, Muara Samu, dan Long Ikis," terang Amir, Jumat (4/8/2023).

Baca juga: Pemkot Bontang Libatkan KPM Bantu Pendataan Angka Stunting di Masyarakat

Sejauh ini, TPPS Paser juga telah melakukan peningkatan kapasitas di tingkat kecamatan. Dari 10 kecamatan, tersisa 2 kecamatan yang belum didatangi TPPS meliputi Kecamatan Tanjung Harapan dan Long Ikis.

"Dua hari lalu kami lakukan peningkatan kapasitas di kecamatan Tanah Grogot," tambahnya.

Peningkatakan kapasitas penurunan stunting di tingkat desa tersebut diikuti kader pembangunan manusia di desa, kader tim pendamping keluarga sekecamatan, dan para aparatur desa se-kecamatan Tanah Grogot.

Pertemuan tersebut dalam rangka persamaan persepsi dan penguatan peran penggerak di tingkat desa, karena dalam penanganan stunting diperlukan dukungan anggaran sebesar 10 atau 20 persen dari dana desa.

Baca juga: Banyak Pasien Luar Berobat di RS Samarinda jadi Penyebab Naiknya Kasus Stunting

"Dana tersebut bisa untuk pemenuhan gizi bayi berisiko stunting, penyuluhan, atau penguatan kapasitas kader," ulasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (APDES) Kabupaten Paser, Nasri, mendukung pemerintah dalam penanganan stunting.

"Prinsipnya kami mendukung setiap desa dialokasikan anggaran untuk penanganan stunting," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved