Berita Kukar Terkini
Mecaq Undat Pesta Panen Masyarakat Dayak Kenyah di Sungai Bawang Kukar
Aroma musim kemarau tampak terasa saat sinar matahari menyengat tajam di halaman ruang pertemuan warga di Desa Sungai Bawang
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Aroma musim kemarau tampak terasa saat sinar matahari menyengat tajam di halaman ruang pertemuan warga di Desa Sungai Bawang, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Namun hal itu rupanya tak menghalangi warga dari tiga desa,masing- masing Lekaq kidau, Lung Anai, serta Sungai Bawang sendiri untuk segera datang dan berkumpul di balai pertemuan.
Upacara mecaq undat yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai menumbuk beras.
Ini memang merupakan tradisi turun temurun yang dipelihara oleh masyarakat Dayak Kenyah, yeng merupakan perlambang syukur mereka akan hasil bumi yang didapat.
Baca juga: Festival Dayak Kenyah Desa Budaya Pampang Samarinda Suguhkan Aneka Pertunjukan Seni Selama 5 Hari
Beras-beras hasil sumbangan warga itu nantinya akan dimasukan ke dalam lesung dan dengan menggunakan kayu sepanjang kurang lebih dua meter, beras ditumbuk sampai menjadi tepung.
Martinus, Kepala Desa Sungai Bawang, menjelaskan, mecaq undat sebenarnya bukan hanya sekedar pesta syukur akan hasil panen yang didapat.
Namun di dalmnya juga terkandung semangat gotong royong dari warga yang melakukan persiapan dari mulai awal hingga akhir pelaksanaan.
"Bisa mempererat tali silaturahmi atau kebudayaan karena kalau kita lihat kultur budaya masih dalam ikatan kekeluargaan," katanya, Minggu (6/8/2023).
Mecaq Undat berlangsung selama 3 hari, terakhir 6 Agustus 2023. Selama berlangsung anyak pertunjukan tari adat suku dayak kenyah yang disuguhkan.
Selain tari ada juga perlombaan bagi masyarakat. Jenis lomba yang diadakan juga masih berkaitan dengan pola hidup nenek moyang terdahulu.
Baca juga: PDKT Cabang Kukar dari Etnis Dayak Kenyah Dukung Pemindahan IKN: Kami Antusias Menyambut
Misalnya saja untuk lomba sumpit atau memanah yang identik dengan kebiasaan masyarakat dulu ketika berburu menggunakan dua senjata tersebut.
"Kami ingin memperlihatkan budaya mecaq undat ini kepada para wisatawan untuk terus mendunia dan juga terus memperkenalkan kepada generasi muda sebagai pewaris budaya," kata Martinus.
Sebelumnya, pembukaan festival ini juga berlangsung meriah, Staf Ahli Budang Umum, Ahyani meresmikannya dengan memukul gong, di Lamin Adat Desa Sungai Bawang.
Pada kesempatan itu, Ahyani menyampaikan Pemkab Kukar akan selalu mendukung dan memberikan wadah dalam upaya menjaga tradisi dan seni budaya di Kukar.
“Mecaq Undat harus terus dilestarikan sebagai tradisi dan budaya masyarakat. Untuk itu, saya sangat menghargai tradisi yang telah dilestarikan masyarakat Sungai Bawang selama ini,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230806_Budaya-Mencaq-Undat-Warisan-Leluhur.jpg)