Minggu, 17 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

2 Penyebab Orang Hilang di Hutan Kalimantan Sulit Ditemukan Versi Basarnas Kaltim

Diduga nelayan itu hilang di hutan mangrove, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sejak Selasa 1 Agustus 2023

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
HO/Basarnas Kaltim
Pencarian oleh Basarnas Kaltim terhadap seorang nelayan pria berusia 67 tahun yang diduga hilang di hutan mangrove, Muara Berau, Kalimatnan Timur pada Selasa (1/8/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tujuh hari berlalu, tepatnya Senin 7 Agustus 2023, Basarnas Kaltim akhirnya menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan berusia 67 tahun.

Diduga nelayan itu hilang di hutan mangrove, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur sejak Selasa 1 Agustus 2023. 

Dijelaskan oleh Kepala Basarnas Kalimantan Timur, Melkianus Kotta, bahwa memang kebanyakan korban hilang di hutan Kalimantan ini tidak ditemukan.

Ia menjelaskan, ada beberapa penyebab yang membuat orang yang hilang di hutan Kalimantan sulit untuk ditemukan.

Baca juga: Kronologi Orang Hilang di Sungai Lebur Kutim, Istri Korban Hanya Temukan Kapal

Pertama, rimba Kalimantan merupakan hutan hujan tropis dengan karakteristik rawa yang menyebabkan jejak seseorang mudah hilang.

"Kalaupun ada rumput, ketika diinjak akan kembali seperti semula. Kecuali ditebas," jelasnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (8/8/2023).

Kedua, hutan Kalimantan bentuknya sama dan dimungkinkan masih dihuni hewan-hewan buas

"80 persen hutan Kalimantan itu vegetasi (bentuk tumbuhan) sama," ungkapnya.

Baca juga: IKN Nusantara Showcase Transformasi Indonesia, Jokowi Kembalikan Hutan Kalimantan

"Sehingga banyak survivor (pejuang hidup di alam) bingung dan hilang arah," bebernya.

Meski begitu, dikatakannya kasus kondisi membahayakan manusia (KMM) hilang di hutan yang mereka tangani sangatlah minim.

20230808_Basarnas Kaltim Cari Orang Hilang
Pencarian oleh Basarnas Kaltim terhadap seorang nelayan pria berusia 67 tahun yang diduga hilang di hutan mangrove, Muara Berau, Kalimatnan Timur pada Selasa (1/8/2023).

Dari 100 persen, hanya ada 1 persen operasi SAR orang hilang di hutan sepanjang 2023 ini.

"99 persennya tetap KMM di perairan. Terutama kawasan Samarinda dan Kukar," bebernya.

Meski sangat minim, namun dikatakannya hutan Kalimantan belum bisa dikatakan ramah untuk dimasuki begitu saja.

Baca juga: 7 Orang Hilang di Hutan Muara Kaman Berhasil Ditemukan, Polisi Ungkap Kendala Evakuasi

Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berada di hutan, Melkianus Kotta memberikan beberapa tips.

Pertama, pastikan tubuh sehat dan prima.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved