Minggu, 17 Mei 2026

Sungai Mahakam Surut

Sungai Mahakam Sempat Surut, PDAM Samarinda Sebut Produksi Air Masih Normal

Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana, Sendya Ibanez, menjelaskan pengaruh surutnya air sungai Mahakam terhadap pengelolaan air bersih.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kondisi terkini Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang sempat mengalami surut cukup jauh beberapa hari lalu, Selasa (8/8/2023). Sejumlah pengunjung dari berbagai kalangan juga terlihat asyik bersantai menikmati hembusan angin di tepian. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa waktu ini, berbagai postingan viral di media sosial tengah memperlihatkan kondisi Sungai Mahakam yang terlihat surut.

Fenomena ini menjadi perhatian warga kota Samarinda, sebab kekeringan tersebut menyebabkan dasar sungai terlihat.

Diketahui, fenomena ini menjadi atensi bagi warga kota Samarinda terkait dengan pengelolaan air bersih.

Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana, Sendya Ibanez, menjelaskan pengaruh surutnya air sungai Mahakam terhadap pengelolaan air bersih.

“Karena surutnya sungai Mahakam ada pengaruhnya, tapi saat ini pihak dari PDAM tidak ada pengurangan produksi air di 17 instalasi,” jelasnya pada TribunKaltim, Selasa (8/8/2023) sore di Kantor Pusat Perumdam Tirta Kencana Samarinda.

Baca juga: Kondisi Terkini Sungai Mahakam Samarinda, Sempat Viral karena Debit Air Surut

Sendya mengatakan bahwa pihaknya masih memproduksi air seperti biasa dan tidak ada pengurangan air.

“Tapi dari Dirut Teknik kami, kami tetap produksi air di 17 instalansi,” sebutnya.

Sungai Mahakam Samarinda kering viral di media sosial, disebut karena musim kemarau.
Sungai Mahakam Samarinda kering viral di media sosial, disebut karena musim kemarau. (instagram/@kabarsamarinda_official)

Namun ia menjelaskan bahwa pihaknya akan lakukan pemberhentian produksi air jika terdapat intruksi air laut yang masuk hingga mencapai angka 250 ppm.

“Kalau tidak ada hujan terdampak dari instruksi air laut, di atas 250 ppm bisa kami stop produksi,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya terus gencar melakukan pengecekan intruksi air laut, dimana pengecekan tersebut tergantung dari kecepatan intruksi air.

“Tapi kami tidak bisa memberikan jadwal masuk atau tidaknya, karena itu faktor alam. Jadi tergantung pengecekan biasanya dilakukan setiap 1 jam sekali atau 30 menit sekali,” jelas Sendya.

Sebab jika intruksi air telah mencapai angka 250 ppm, airnya akan sulit diolah.

Meskipun berpengaruh terhadap produksi air bersih, namun hal ini tidak berimbas langsung kepada masyarakat.

Sehingga ia memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved