Berita Berau Terkini
Waspada Karhutla Terjadi di Sejumlah Lahan Berau
Musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Berau, terus terjadi beberapa akhir ini
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Berau, terus terjadi beberapa akhir ini.
Bahkan, di Berau saat ini terdapat 62 titik api, yang menjadikannya terbanyak se Kalimantan Timur.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistk BPBD Berau Nofian Hidayat,berau saat ini sedang mengalami cuaca ekstrem.
Selain itu, titik api yang terbaca di citra satelit disebutnva tidak murni karena karhutla, bisa juga dari panas batubara
“Berau memang tertinggi, itu tidak bisa dipungkrii,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (11/8/2023).
Baca juga: Sejak Juli Hingga Agustus 2023, Karhutla di PPU Hanguskan 6 Hektar Lahan
Baca juga: Isran Noor Ingin Pihak Swasta turut Terlibat dalam Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan dan Karhutla
Karhutla terjadi di beberapa titik seperti di Gunung Tabur, Teluk Bayur, Pulau Derawan, Segah, Kelay dengan arel luas.
Satu titik mencapai 4 hektar lahan yang terbakar. Kondisi itu dipengaruhi oleh angin kencang, juga tidak ada hujan dan terik matahari yang juga sempat menjadikan Berau sebagai kota terpanas kedua se Indonesia.
“Sejauh ini tidak ada kesalahan manusia, murni karena alam” bebernya.
Saat ini daerah perkebunan belum ada yang terbakar. Kendati begitu, pihaknya sejauh ini masih kekurangan tenaga untuk penganan karhutla.
Kemudian, hadirnya Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) juga membantu untuk menekan terjadinya kasus karhutla.
Baca juga: Kronologi Karhutla hingga 20 Hektar di Bulungan, Pelakunya Lansia Beralasan Ada yang Beri Upah
“Tapi sudah ada di masing-masing kecamatan terbentuk, keberadaan KTPA juga mendorong pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran,” tegasnya.
Ia juga meminta support dan doa dari masyarakat terkait personel dilapangan yang tidak hentinya memadamkan api karhutla. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Salah-satu-lahan-Poros-Labanan-Kelay-yang-terbakar.jpg)