Pemilu 2024
Jelang Pemilu 2024 Bupati Berau Sri Juniarsih Singgung Politik Uang
Fenomena politik uang sering terjadi pada setiap pesta demokrasi Pemilu hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti Gubernur, Walikota dan Bupati
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Fenomena politik uang sering terjadi pada setiap pesta demokrasi Pemilu hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) seperti Gubernur, Walikota dan Bupati.
Adanya hal itu menjadi perhatian dari Bupati Berau, Sri Juniarsih, menurutnya tentang politik uang itu sering terjadi pada setiap penjuru daerah.
“Tinggal bagaimana dari pihak berwenang dan senergi antara TNI/Polri untuk bisa meminimalisir hal-hal tersebut," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (23/8/2023).
Baca juga: Mahkamah Konstitusi Putuskan Sistem Pemilu Legislatif Terbuka, Ini Tiga Langkah Perangi Politik Uang
Karena menurut Sri Juniarsih Pemilu yang diselenggarakan tahun depan tersebut dilaksanakan secara serentak.
“Termasuk tidak ada unsur-unsur paksaan dan money politics. Mudah-mudahan masyarakat juga bisa turut berpartisipasi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban antar sesama," ujar Sri Juniarsih.
Sementara itu Dandim 0902/BRU, Letkol Inf Doni Fatra mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dan teliti, meyakinkan diri memilih para bacaleg anggota DPRD Berau dan calon Bupati periode selanjutnya.
"Bisa lebih cerdas lagi yang tentunya untuk membangun Kabupaten Berau lebih baik," paparnya.
Sehingga ia pun meminta Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Berau untuk bisa terus melakukan monitor dan memantau jalannya Pemilu. Dan ia pun tetap meminta agar koordinasi bisa terus berjalan.
Baca juga: Cara Tangkal Politik Uang yang Harus Dipatuhi Politisi, Bawaslu Ingatkan via Lembaga Amil Zakat
“Saling bersinergi itu perlu dilakukan, dan kita akan terus selalu berkoordinasi dengan para instansi terkait untuk menjaga kramanan Pemilu mendatang,” tandasnya.
Sebelumnya, Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Berau, Ira Kencana, menurutnya bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan kerawanan di 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
Diakuinya bahwa setiap kecamatan terdapat permasalahan yang akan menghambat jalannya Pemilu yang digelar secara serentak pada 2024 mendatang. “Karena memang setiap kecamatan pastinya berbeda-beda cara untuk menanaganinya,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230711_sri-juniarsih-2.jpg)