Rabu, 22 April 2026

Gadget

5 Besar Merek Ponsel Teratas di Indonesia, Transsion Geser Posisi Realme

Inilah 5 besar merek ponsel teratas di Indonesia, Transsion geser posisi Realme yang pada kuartal I-2023 menduduki posisi kelima.

|
Editor: Diah Anggraeni
Jannoon028/freepik
Ilustrasi. Inilah 5 besar merek ponsel teratas di Indonesia, Transsion geser posisi Realme yang pada kuartal I-2023 menduduki posisi kelima. 

Berdasarkan laporan Canalys, vendor smartphone yang paling banyak mengirimkan ponselnya yaitu Oppo, dengan pangsa pasar 20 persen.

Sheng Win Chow, analis dari Canalys menjelaskan, peningkatan produksi lokal perusahaan untuk merakit ponsel lipat Oppo Find N2 Flip, meningkatkan posisi tawar Oppo di segmen ponsel premium. 

Peringkat selanjutnya diisi oleh Samsung, Vivo, Xiaomi, Transsion. Samsung mampu mempertahankan posisinya berkat pengiriman sejumlah smartphone baru di lini seri Galaxy A, termasuk Galaxy A34, Galaxy A54 dan Galaxy A24.

Vivo juga bertahan di peringkat ketiga dengan pangsa pasar 18 persen dengan meluncurkan Y02t, Y16 dan Y02 guna melengkapi deretan ponselnya di segmen entry-level.

Inilah rincian lima vendor smartphone teratas di Indonesia kuartal II-2023, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari keterangan resmi Canalys, Selasa (5/9/2023).
Inilah rincian lima vendor smartphone teratas di Indonesia kuartal II-2023, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari keterangan resmi Canalys, Selasa (5/9/2023). (Kompas.com)

Sementara itu, Xiaomi berada di peringkat keempat dengan pangsa pasar 16 persen.

Pencapaian ini diraih Xiaomi utamanya berkat peluncuran berbagai model baru di lini seri Redmi Note 12.

Seperti dikatakan sebelumnya, Transsion meraih pangsa pasar 13 persen.

Menurut Canalys, pencapaian ini didorong oleh berbagai model entry-level di bawah lini seri Spark, Hot dan Note dari sub-merek Tecno dan Infinix dengan harga yang terjangkau.

Ponsel Menghimpun data pengiriman sell-in Perlu dicatat, riset pasar smartphone Indonesia kuartal II-2023 dari Canalys ini menggunakan metode penghitungan ponsel berdasarkan pengiriman sell-in.

Metode ini menghitung berapa banyak sebenarnya smartphone yang dikirimkan vendor ke distributor atau toko-toko yang ada di pasaran dalam periode tertentu.

Sekadar informasi, ada pula metode penghitungan riset lain, yakni sell-out.

Berbeda dengan sell-in, sell-out akan menghitung unit smartphone yang sudah dibeli konsumen dari para distributor atau toko yang menjual ponsel tersebut.

Artinya, riset Canalys dengan metode sell-in, bisa dibilang belum bisa merefleksikan berapa banyak unit smartphone yang sudah ada di tangan konsumen atau sudah terjual di Indonesia pada kuartal II-2023.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Realme Terdepak dari 5 Besar Merek Ponsel Teratas di Indonesia".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved