Liga Italia
Beda dengan Capello dan Ancelotti, Ranieri Libatkan Lazio sebagai Calon Juara Liga Italia Musim Ini
Dalam wawancara baru-baru ini, Claudio Ranieri turut melibatkan Lazio dalam daftar calon peraih Scudetto.
TRIBUNKALTIM.CO - Beda dengan Fabio Capello dan Carlo Ancelotti, Claudio Ranieri pilih melibatkan Lazio sebagai calon juara Liga Italia musim ini.
Pelatih legendaris Italia yang kini menukangi Cagliari, Claudio Ranieri buka suara terkait calon juara Liga Italia Serie A musim ini.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport baru-baru ini, Claudio Ranieri turut melibatkan Lazio dalam daftar calon peraih Scudetto.
"AC Milan dan Inter Milan adalah dua tim dengan organisasi yang hebat. Namun, saya tidak mengecualikan Napoli, Lazio, dan Juventus, yang tidak memiliki piala dan pada bulan Maret, April mereka akan diperhitungkan," begitu jawaban Claudio Ranieri tentang calon juara Liga Italia Serie A.
Yang menarik dari pernyataan tersebut, Claudio Ranieri sama sekali tidak memperhitungkan AS Roma, tim yang pernah dilatihnya.
Baca juga: 2 Eks Penyerang Lazio ini jadi Mimpi Buruk Gianluigi Buffon sebagai Kiper
Baca juga: Siapa Tertinggi? Daftar Lengkap Gaji Pemain Lazio Musim 2023/2024
Baca juga: Jadwal Coppa Italia 2023/24 dari Babak 16 Besar hingga Final, Derby Lazio vs Roma Bisa Lebih Cepat
Sebagaimana diketahui, Claudio Ranieri adalah pelatih kawakan Italia yang sudah malang melintang melatih banyak klub.
Tetapi pelatih berusia 71 tahun itu belum pernah merasakan Scudetto, meski di Inggris dia mampu melakukannya dengan membawa Leicester City juara Premier League musim 2015/16.

Beberapa waktu lalu, Claudio Ranieri mengungkapkan bahwa Cagliari akan menjadi pekerjaan terakhirnya sebagai pelatih kepala, meski ia akan 'membuat pengecualian' untuk tim nasional.
Ranieri mengambil alih Cagliari awal tahun 2023, bertugas membimbing Rossoblu kembali ke Serie A setelah musim lalu tim ini bermain di Serie B.
Ranieri bersinar dalam enam bulan pertamanya di Sardinia.
Baca juga: Update Liga Italia, AC Milan Bersih-Bersih Pemain Uzur, Pengganti Giroud dan Kjaer Sudah Diintai
Ia mengamankan tiket promosi ke Serie A melalui babak play-off setelah finis kelima di Serie B musim lalu.
"Saya sudah memutuskan Cagliari akan menjadi tim terakhir yang akan saya latih. Saya akan membuat pengecualian hanya untuk tim nasional yang menarik, dan saya menetapkan bahwa saya tidak mencalonkan diri untuk bangku cadangan Azzurri."
"Ya, saya akan berhenti di Cagliari, tapi saya tidak tahu kapan."
"Serius, ini tempat yang tepat untuk berhenti, saya merasa seperti akhirnya menutup lingkaran."
"Karier saya dimulai di sini, karena ketika Cagliari memanggil saya bertaruh pada seorang pemuda tanpa pengalaman, 35 tahun yang lalu, itu adalah pertaruhan dalam hidup saya."
"Saya bisa kelelahan, pada saat itu saya bahkan tidak tahu apakah saya akan menjadi pelatih."
"Kami memulainya dengan ide mencoba kembali ke Serie B dalam beberapa tahun, namun dalam dua tahun itu kami beralih dari Serie C ke Serie A."
"Sejak itu, saya memiliki Cagliari di dalam hati saya," demikian pernyataan Claudio Ranieri kepada La Repubblica beberapa waktu lalu.
Prediksi Fabio Capello

Jika Claudio Ranieri menyebutkan banyak tim calon Scudetto musim ini, maka lain halnya dengan Fabio Capello.
Mantan pelatih AC Milan dan Real Madrid itu terang-terangan hanya menjagokan satu tim sebagai calon kuat juara Liga Italia Serie A 2023/24.
"Saya berani bertaruh pada Inter," kata Fabio Capello di mikrofon Radio 1 Italia.
Baca juga: Juventus Coreng Nama Besar Liga Italia, Del Piero dan Capello Bereaksi, Allegri Diambang Pemecatan?
Inter, lalu AC Milan. Inilah dua tim terbaik di kejuaraan Serie A menurut Capello.
"Nerazzurri adalah tim yang hebat, yakin dengan kekuatan mereka sendiri. AC Milan, di sisi lain, memberikan kejutan. Mereka memiliki pemain berkualitas dan kuat dan tampaknya jauh lebih kompak bagi saya," tuturnya.
Lalu, bagaimana dengan Juventus, tim yang juga pernah dilatih oleh Capello?
"Masih hybrid. Tim ini kurang memiliki sedikit kepribadian dan sedikit kualitas," kata Capello.
Kemudian kans Napoli dan AS Roma?
"Napoli? Dia tidak bermain seperti tahun lalu lagi. Tampak bagi saya bahwa dia kehilangan tekad yang dimilikinya."
"AS Roma? Mengejutkan bahwa mereka kebobolan begitu banyak gol, ini juga tergantung pada pemain yang sudah tidak ada lagi, Matic. Dia selalu memposisikan dirinya di jalur yang benar. Bisakah Lukaku seperti Batistuta? Dia adalah pemain lain. Tidak ada perbandingannya," pungkas Fabio Capello.
Prediksi Carlo Ancelotti

Pelatih kondang lainnya yang tak ketinggalan memprediksi calon Scudetto musim ini adalah Carlo Ancelotti.
Menurut Carlo Ancelotti, ada empat tim yang akan bersaing untuk memenangkan gelar Liga Italia Serie A.
Ancelotti juga menjagokan mantan timnya, AC Milan untuk meraih Scudetto musim ini.
Carlo Ancelotti pernah memenangkan Liga Italia ketika melatih AC Milan pada musim 2003/2004.
Bersama Rossoneri, juru taktik berusia 64 tahun itu menikmati kesuksesan dengan merengkuh trofi Liga Champions sebanyak dua kali.
Selain AC Milan, juru formasi asal Italia itu juga memperkirakan Napoli, Inter Milan, dan Juventus dalam perburuan gelar.
Ancelotti sendiri pernah melatih Juventus dan Napoli, tetapi di sana ia tak menikmati kesuksesan seperti ketika di San Siro.
"Saya tidak tahu mungkin adalah jawaban termudah," kata Ancelotti kepada Radio Serie A via Football Italia.
"Tetapi ada fokus khusus pada empat tim: Napoli, AC Milan, Inter Milan, dan Juventus," tuturnya.
Baca juga: Penilaian Ancelotti Terhadap Juventus: Diuntungkan dan Berbahaya Tanpa Kompetisi Eropa
Juventus disebut oleh Ancelotti karena pada musim ini tak bermain di kompetisi Eropa.
Hal itu akan menjadi keuntungan bagi pasukan Massimiliano Allegri, mereka bisa fokus bermain di Serie A sehingga menyulitkan tim-tim lain.
"Tanpa piala, mereka bisa berbahaya," sambung pelatih terbaik dunia pada tahun 2006 itu.
Kemudian, Ancelotti memprediksi bahwa akan ada empat tim yang bersaing untuk memperebutkan posisi kelima.
Satu dari keempat tim itu ialah AS Roma yang saat ini ditukangi oleh Jose Mourinho.
Meski tak memiliki kemampuan finansial yang mentereng, AS Roma dan Jose Mourinho masih memiliki magnet untuk menggaet pemain-pemain berkualitas.
Baca juga: Datangkan Marco Asensio dari Real Madrid, AC Milan Berharap Bantuan Carlo Ancelotti
AS Roma menyiasati harga pemain yang ugal-ugalan dengan mengincar pesepak bola yang bebas transfer atau mereka yang memiliki harga miring.
Namun Ancelotti berpikir bahwa itu belum cukup untuk bersaing ke zona Liga Champions.
"AS Roma telah merekrut pemain-pemain papan atas, tetapi bersaing di Eropa itu sulit," jelas pelatih Real Madrid itu.
"Dibutuhkan proyek jangka panjang karena mereka tidak mampu bersaing secara ekonomi dengan klub-klub besar saat ini," ungkapnya. (*)
Ikuti kami di Google Berita untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Prediksi Skor Lecce vs AC Milan di Liga Italia Serie A Lengkap H2H dan Susunan Pemain |
![]() |
---|
Gagal Lulus Tes Medis, Victor Boniface Batal Pindah ke AC Milan |
![]() |
---|
Menanti Amuk AC Milan di Markas Lecce, Pelampiasan Rossoneri Buktikan Diri Sebagai Favorit Juara |
![]() |
---|
Klasemen dan Hasil Liga Italia: Lazio Tumbang di Kandang Como, Juventus Susul Napoli di Papan Atas |
![]() |
---|
Victor Boniface Gagal Lulus Tes Medis AC Milan, Program Latihan Pribadi Jadi Penyebabnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.