Berita Samarinda Terkini
Para Pedagang Menolak Rencana Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda
Rencana Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda menimbulkan pro dan kontra dari pedagang. Pasalnya, pasar yang telah dibangun sejak tahun 80-an.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda menimbulkan pro dan kontra dari pedagang.
Pasalnya, pasar yang telah dibangun sejak tahun 80-an ini telah dianggap menjadi salah satu sumber pendapatan serta merupakan salah satu pusat grosir legendaris di Kota Samarinda.
Akibatnya, rencana revitalisasi ini menimbulkan kepanikan, khususnya diantara pedagang.
Menurut Informasi, Pasar Pagi akan dinetralkan pada akhir tahun ini sebagai persiapan pembangunan di awal tahun 2024.
Menanggapi hal tersebut, Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3) menyampaikan beberapa usulannya pada sore ini, Jumat (8/9/2023) terkait penolakan terhadap wacana revitalisasi tersebut.
Baca juga: Voting Terbuka Partai Pengusung Calon Wawali Balikpapan, Risti Utami dan Budiono Suara Terbanyak
“Kami menolak, kalau memang ingin revitalisasi, kami meminta untuk di tunda sampai setelah lebaran Idul Fitri di tahun depan,” ungkap Thoriq Hakim selaku Ketua Umum FP3.
Kemudian, mewakili pedagang lainnya Thoriq kembali menyampaikan rekomendasi terkait relokasi pedagang.
“Kami ingin relokasinya di satu titik dan strategis, serta tidak jauh dari Pasar Pagi. Kami mengusulkan tempat relokasi di Eks Pelabuhan Peti Kemas Samarinda,” jelasnya lagi pada Jumat (8/9/2023).
Baca juga: Kecelakaan Maut di Samarinda, Kronologi Korban Terbentur Portal Jembatan Ahmad Amins
Mewakili, Thoriq mengatakan bahwa mereka menantikan pihak Pemkot Samarinda untuk dapat melakukan audiensi bersama.
“Kami menunggu. Kami bakal menolak tegas apabila memang tidak bisa memenuhi hal-hal yang kami sampaikan, tapi kalau Pemkot bisa, kami tetap support,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230908_PASAR-PAGI.jpg)