Berita Balikpapan Terkini
Kisah Letkol Hanif Pimpin 450 Prajurit ke Tanah Papua, Jaga Keamanan Sembari Bangun Persaudaraan
Cerita Komandan Yonif (Danyon) Raider 600/Modang, Letkol Inf Karuniawan Hanif Arridho memimpin 450 prajurit ke Bumi Cenderawasih.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Komandan Yonif (Danyon) Raider 600/Modang, Letkol Inf Karuniawan Hanif Arridho. Ia bercerita, Yonif Raider 600 Modang selesai tugas operasi di Papua, berhasil jaga keamanan dan bangun hubungan baik dengan masyarakat setempat. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Cerita Komandan Yonif (Danyon) Raider 600/Modang, Letkol Inf Karuniawan Hanif Arridho memimpin 450 prajurit ke Bumi Cenderawasih.
Di tengah hutan belantara yang menjulang, dia berbicara tentang pengalaman luar biasa selama 14 bulan bertugas di sana.
Kembali dengan selamat ke markas Balikpapan, Kalimantan Timur, Hanif membawa cerita penuh kebanggaan dan persaudaraan.
Letkol Hanif berbagi kesan-kesan mendalamnya tentang perbedaan budaya dan lingkungan di Papua.
Baca juga: Pekan Ini, Rumah Sakit, Hotel Hingga Mal Mulai Dibangun di IKN Nusantara, Ada 281 LoI dari 21 Negara
"Namanya pergi dari daerah sendiri, ya kita kan orang Balikpapan ya pindah ke sana. Tentu ada sesuatu yang beda," ungkap Letkol Hanif.
Namun, pelatihan dan persiapan yang matang memungkinkan pasukannya untuk menyesuaikan diri dengan baik.
Keberhasilan mereka dalam menjaga pos-pos selama 14 bulan tanpa serangan adalah bukti komitmen prajurit Yonif Raider 600 Modang.
Letkol Hanif menyoroti dua faktor kunci dalam menjaga pos mereka aman: kesiapan penuh dengan pelaksanaan siaga dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.
"Kebersamaan dengan masyarakat menjadi hal yang terpenting," jelas Letkol Hanif.
Pasukan ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun persaudaraan dengan masyarakat Papua.
Semangat persaudaraan ini tercermin dalam semboyan mereka, "Kami Saudaramu dari Kalimantan."
Selain menjaga pos, pasukan ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Mereka memberikan bantuan medis, pasokan air bersih, bahkan alat untuk menghasilkan air minum dari hujan secara gratis.
Dedikasi mereka terhadap kesulitan masyarakat adalah prioritas utama, sejalan dengan arahan dari KSAD, Jenderal TNI Dudung Abdurrachman.
Letkol Hanif menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan TNI Angkatan Darat atas dukungan mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini dengan sukses.
Ini adalah bukti nyata dari komitmen TNI untuk hadir di saat masyarakat membutuhkan bantuan, di mana pun mereka berada.
Dengan kepulangan mereka, terlihat bagaimana pasukan Yonif Raider 600 Modang telah membangun hubungan yang erat dengan masyarakat Papua.
Baca juga: 10 Keistimewaan Bulan Rabiul Awal, Salah Satunya Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Warga Papua merasa dekat dengan prajurit ini, bahkan menangis haru saat kepulangan mereka.
"Ada video singkat ya, kebetulan ada yang merekam waktu kita pulang. Satu kampung lebih melepas kita. Ada yang menangis segala macam," kenang Hanif.
Menurut Letkol Hanif, itu adalah bukti konkret bahwa pasukan ini tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga kebahagiaan bagi penduduk setempat.
Dengan tugas operasi yang telah selesai, Letkol Hanif mengklaim Yonif Raider 600 Modang memiliki dedikasi dan pengabdian dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua seraya membangun persaudaraan dengan masyarakat setempat. (*)
Berita Terkait
Berita Terkait: #Berita Balikpapan Terkini
224 PPPK dan PNS Dilantik Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud |
![]() |
---|
Rayakan HUT ke-77 Polisi Wanita, Polwan Polresta Balikpapan Gelar Donor Darah di PMI |
![]() |
---|
Bermula dari Cekcok di Area Pemakaman di Balikpapan, Penyesalan GSA Tusuk Sepupu hingga Tewas |
![]() |
---|
Benarkah Indeks Harga Properti Residensial di Kota Minyak Melambat? Penjelasan Bank BI Balikpapan |
![]() |
---|
Kapolresta Balikpapan Pimpin Apel Pagi Kamtibmas, Tekankan Kesehatan dan Motivasi Kerja Personel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.