Liga Italia
Ada Apa Rafael Leao? Sisi Negatifnya Muncul di Laga Kontra Newcastle, AC Milan Mulai Khawatir
Sisi negatif Rafael Leao dinilai kembali keluar, dan hal ini membuat AC Milan mulai khawatir.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO - Sisi negatif Rafael Leao dinilai kembali keluar, dan hal ini membuat AC Milan mulai khawatir.
Pasca AC Milan bermain imbang kontra Newcastle United di Liga Champions, Rafael Leao menjadi salah satu pemain yang diterpa kritik keras.
Rafael Leao dianggap banyak membuang peluang karena dianggap terlalu individual, yang berakibat terhadap permainan AC Milan menjadi tidak berkembang.
MilanNews mengingatkan bahwa perjalanan Rafael Leao dan AC Milan hingga saat ini telah berjalan beriringan.
Pertumbuhan yang konstan dan berkelanjutan, dengan beberapa periode yang sulit secara psikologis.
Rafael Leao tiba di AC Milan pada 2019 sebagai talenta yang membutuhkan penyempurnaan.
Pada saat itu, Rossoneri adalah klub yang mencoba mencari jalan keluar dari masa-masa yang sangat sulit, baik secara ekonomi maupun dari sudut pandang olahraga.
AC Milan menjadi kompetitif kembali memungkinkan Leao untuk bersaing dengan para pemain terbaik di Eropa.
Sementara pemain sayap yang memenuhi potensinya memungkinkan AC Milan untuk menjadi kompetitif kembali.
Baca juga: Update Liga Italia, Derita AC Milan Berlanjut, Tim Pioli Tuai Hasil Buruk, Kini Diterpa Badai Cedera
Baca juga: Update Bursa Transfer Liga Italia, Lini Serang Pioli Melempem, AC Milan Bakal Bajak Striker Juventus
Baca juga: Naik Daun di Liga Italia, Striker Lecce Jadi Target AC Milan di Jendela Transfer Januari
Ini adalah hubungan yang simbiosis mutualisme.
Tentu saja, bukan hanya Rafael Leao, karena ada banyak komponen yang memungkinkan AC Milan untuk kembali ke jalur yang benar dan bersaing di level yang tinggi, mulai dari Stefano Pioli dan Zlatan Ibrahimovic hingga para pemain muda lainnya yang kini telah tumbuh dewasa.
AC Milan dan Rafael Leao terus berjalan beriringan, baik atau buruk, dan mereka telah mencapai puncak lagi, bahkan mungkin lebih cepat dari yang diharapkan.
Musim-musim telah berjalan seperti ini: Kualifikasi Liga Champions, Scudetto, hingga semifinal Liga Champions.
Seiring dengan meningkatnya level Leao, begitu pula dengan ekspektasi.
Itulah sifat alamiah dari seorang pemain dan para penggemar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.