Selasa, 21 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Film Satu Hari dengan Ibu Bikin Wawali Samarinda Rusmadi Merinding

Salah satu film yang disutradarai Amrul Ummami ini berhasil memukau Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Salah satu film yang disutradarai Amrul Ummami ini berhasil memukau Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso.TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Salah satu film yang disutradarai Amrul Ummami ini berhasil memukau Wakil Walikota Samarinda Rusmadi Wongso.

Film yang tayang di bioskop seluruh Indonesia ini ditonton oleh orang nomor dua di Kota Tepian pada Jumat (22/9/2023) di Bioskop XXI Mal Samarinda Central Plaza (SCP) Samarinda, Kalimantan Timur.

“Merinding, kecintaan seorang ibu dan kemudian anak-anak menempatkan ibu sebagai sosok teladan yang tidak pernah putus menjadi inspirasi, semoga semakin banyak jenis tontonan seperti ini,” singkatnya.

Naskah yang ditulis oleh M. Ali Ghifari dan Amrul Ummami ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Chand Kelvin, Vebby Palwinta, dan Vonny Anggraini.

Baca juga: Buka Bazar dan Pasar Tani, Wawali Samarinda Rusmadi Wongso Sebut Inflasi Harus jadi Musuh Bersama

Baca juga: Kemenag Samarinda Luncurkan Kampung Moderasi Beragama, Ini Pesan Wawali Rusmadi

Dhedy Krisnawardana, Pimpinan Wilayah Kalimantan II, membeberkan bahwa film ini merupakan inspirasi dari kelompok masjid kecil di dalam gang di Kota Pontianak, yakni Masjid Kapal Munzalan Indonesia.

“Inisiator oleh salah satu masjid kecil di dalam gang di Kota Pontianak, masjid Kapal Munzalan Indonesia,” sebutnya pada TribunKaltim.

Di bawah naungan Ustadz Al Hakim, Dhedy mengatakan bahwa film itu bukan bertema religi, tetapi berbicara tentang kebaikan.

“Ini adalah film kebaikan,” ungkap Dhedy.

Film ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Dewa yang kerap kali terjebak dalam De Javu yang mengancam rasa khawatirnya karena berulang kali menyaksikan ibunya meninggal dunia.

Dengan rasa putus asa, ia kembali memperbaiki semua kesalahannya dan berusaha berbuat kebaikan.

Di samping itu Dhedy mengatakan bahwa film ini bahkan telah diproduksi sebelum masa pandemi.

“Sebenarnya film ini ada sejak tiga tahun yang lalu sebelum pandemi, namun alhamdulillah saat ini telah tayang di 60 bioskop di Indonesia,” jelasnya.

Terkait dengan anemo masyarakat di Kota Samarinda, Dhedy mengaku senang dengan antusias masyarakat terhadap salah satu karya anak bangsa ini.

Baca juga: Kasus Stunting di Samarinda Seberang Masih Tinggi, Wawali Rusmadi: Harus Tangani dari Hulu ke Hilir

“Dari siang hingga ke malam pada hari ini, alhamdulillah sit di studio terisi penuh,” ungkapnya.

Ia berharap agar di kemudian hari film-film bertema kebaikan semakin menjamur dan mendorong masyarakat untuk tergerak dalam melakukan kebaikan.

“Mudah-mudahan film ini bisa meningkat seterusnya,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved