Breaking News
Senin, 25 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

UMKM Kebaba, Bisnis Kelapa Bakar Pertama di Balikpapan

UMKM Kelapa Bakar Balikpapan telah eksis sejak 2014 lalu. Pemiliknya, Rita Zamilah mengatakan, usaha tersebut berawal dari rekomendasi teman suaminya.

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Aris
Dok. TRIBUNKALTIM.CO
UMKM Kelapa Bakar Balikpapan telah eksis sejak 2014 lalu. Pemiliknya, Rita Zamilah mengatakan, usaha tersebut berawal dari rekomendasi teman suaminya. Dok. TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - UMKM Kelapa Bakar Balikpapan telah eksis sejak 2014 lalu. Pemiliknya, Rita Zamilah mengatakan, usaha tersebut berawal dari rekomendasi teman suaminya.

Namun, seperti usaha pertama pada umumnya, Kelapa Bakar itu tak memiliki satupun pelanggan pada awal pemasarannya.

"Dia bilang, punya usaha kelapa bakar di Banyuwangi. Dia nawarin, jadi kita mau aja, coba-coba. Dia siapin pembakarannya, kelapanya sekitar 2-3 hari kita langsung jualan. Awalnya gak ada yang beli," ujarnya, Sabtu (23/9/2023).

Meski begitu, hal tersebut tak mematahkan semangatnya. Ia mulai memasarkan produk Kelapa Bakarnya melalui media, hingga akhirnya produk itu booming.

Bahkan, saat itu, penjualan kelapa bakar tersebut mencapai 30 hingga 50 buah perharinya.

Baca juga: Arus Bawah Jokowi DPD Kaltim Gelar Rakor Daerah di Balikpapan, Bawa Misi Tampung Aspirasi Masyarakat

"Jadi kita kasi aja ke temen-temen. Terus masukkan ke koran, selang seminggu akhirnya booming," tambahnya.

Untuk diketahui, UMKM Kelapa Bakar Balikpapan menyajikan minuman herbal dengan berbagai rempah maupun kelapa murni yang memiliki sensasi berbeda.

Produk tersebut berupa buah kelapa yang dibakar selama 1 sampai 1,5 jam. Kemudian diminum langsung dari buahnya. Usaha ini dibuka di depan rumahnya. Tepatnya kawasan jalan Patriot, Gunung Pipa, Balikpapan Utara.

Rita menambahkan, produknya ini memiliki khasiat meningkatkan imun dan daya tahan tubuh, menyembuhkan kolesterol, batu ginjal, flu, dan lain-lain.

Minuman ini , lanjut Rita, cocok diminum sebelum tidur. Demi memaksimalkan proses detoks pada tubuh.

Baca juga: Polisi Duga Kelalaian Kebakaran di Karang Joang Balikpapan yang Sebabkan 2 Lansia Meninggal Dunia

Sementara itu, saat pandemi melanda dunia, usaha milik Rita tersebut anjlok. Bahkan, sejak saat itu, ia juga mulai beralih berjualan nasi kuning.

Suatu ketika, beberapa orang yang telah mengenal produknya mendatangi rumahnya untuk kembali meminum minuman herbal tersebut.

"Waktu banyak orang isoman, banyak yang ke tempat saya. Beberapa bulan kemudian saat pandemi, booming juga," terangnya.

Seiring berjalannya waktu, setelah pandemi dikatakan usai, bisnis kelapa bakar yang ia klaim pertama di Balikpapan tersebut terus ia lanjutkan. Meski begitu, tantangan baru muncul. Hadirnya beberapa kompetitor yang menjual produk serupa, membuat pendapatanny menurun.

"Karena sudah banyak yang buka, sekarang kadang cuma 5. Tapi yaudah tidak apa-apa. Saya tidak kejar target, yang penting bantuin orang sakit dulunya," ungkapnya.

Baca juga: Bacaan Doa Ketika Hujan dan Penjelasan Lengkap Kenapa Dianjurkan Berdoa saat Hujan?

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved