Berita Balikpapan Terkini

Ketua APPBI Sebut Jual Beli Online di Kalimantan Timur Belum Berdampak Signifikan Pada Mall

Ketua APPBI Sebut Jual Beli Online di Kalimantan Timur Belum Berdampak Signifikan Pada Mall

Penulis: Ardiana | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kalimantan Timur, Aries Adriyanto 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua APPBI Sebut Jual Beli Online di Kalimantan Timur Belum Berdampak Signifikan Pada Mall.

Jual beli melalui aplikasi online sedang marak digunakan. Sejumlah pedagang dengan toko fisik merasa tergeser dengan adanya aplikasi jual beli.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI Kaltim, Aries Adriyanto mengatakan, hingga saat ini, pusat perbelanjaan Trade Center yang mendapat dampak cukup besar dari penjualan online tersebut.

Baca juga: Maraknya Jual Beli Online di Balikpapan, Premier Bags BTC Tutup 3 Toko Pendapatan Anjlok 70 Persen

Sementara itu, imbuhnya, pusat perbelanjaan lain di Kalimantan Timur belum terkena dampak secara signifikan dengan adanya transaksi jual beli online.

"Saat ini hanya Balikpapan Trade Center yang terdampak cukup besar akibat penjualan produk via online. Secara data memang belum bisa kami hitung mengingat untuk Mall belum terasa dampaknya," ungkapnya, Kamis (5/10/2023).

Meski begitu, baginya, tidak semua customer beralih ke transaksi jual beli online meski perubahan tersebut cukup besar dan berdampak.

"Masih ada customer yang memilih untuk belanja secara konservatif dengan offline," jelasnya.

Sebab, tambahnya, masih banyak pelanggan yang datang langsung ke toko fisik demi melihat dan menyentuh langsung produk yang akan ia beli. Terlebih, untuk pelanggan yang menghindari risiko produk palsu pada brand-brand nasional maupun internasional yang ia inginkan.

Baca juga: Wakil Ketua PHRI Tanggapi Viralnya Hotel di Kota Balikpapan Dijual di Aplikasi Jual Beli Online

Untuk itu, ia mewakili APPBI Kaltim mengaku tak mempermasalahkan dengan adanya penjualan online yang merajalela saat ini. Namun, ia menyarankan, pedagang yang melakukan jual beli online sebaiknya mengedepankan promosi dan tetap melakukan transaksi secara offline.

Dengan begitu, imbuhnya, pusat perbelanjaan akan tetap ramai dengan datangnya pelanggan yang tertarik pada produk tersebut.

"Dari asosiasi tidak alergi dengan penjualan online, dengan lebih mengedepankan promosi produk secara online tetapi transaksi lebih baik offline. Sehingga kunjungan ke Mall tidak tergerus," terang Aries.

Lebih lanjut, bagi Aries, penjualan produk secara daring tak akan berlangsung lama. Karena menurutnya, setiap orang memerlukan media untuk bertemu dan berbelanja secara langsung.

"Penjualan secara online ada masanya sehingga ada saatnya meredup, dan customer bisa kembali belanja offline.
Manusia adalah mahluk sosial tetap butuh media untuk bertemu sekalian belanja secara offline, hal ini tidak bisa dipungkiri," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved