Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026

Pilpres 2024

Hasil Survei Capres Anies di Sumut 5 Persen, NasDem Somasi LSI Denny JA dan Minta Sumber Dana Dibuka

Hasil survei capres Anies Baswedan di Sumatera Utara hanya 5 persen, NasDem somasi LSI Denny JA dan minta sumber dana dibuka.

Tayang:
ISTIMEWA
Anies Baswedan - Hasil survei capres Anies Baswedan di Sumatera Utara hanya 5 persen, NasDem somasi LSI Denny JA dan minta sumber dana dibuka. 

Adapun, Dalam survei LSI yang dirilis pada Minggu lalu itu dilakukan pada lima Provinsi terbesar di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Sumut dengan melibatkan 1.200 responden.

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) bersilaturahmi dengan para Kyai, Ulama, Habaib dan Satri se Malang Raya di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Asy-Syadzili pimpinan Kyai Abdul Mun'im Syadzili, Minggu(8/10) - NasDem menyomasi LSI Denny JA karena keberatan dengan hasil survei mereka yang menunjukkan elektabilitas Anies di Sumatera Utara hanya 5 persen
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) bersilaturahmi dengan para Kyai, Ulama, Habaib dan Satri se Malang Raya di Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Asy-Syadzili pimpinan Kyai Abdul Mun'im Syadzili, Minggu(8/10) - NasDem menyomasi LSI Denny JA karena keberatan dengan hasil survei mereka yang menunjukkan elektabilitas Anies di Sumatera Utara hanya 5 persen (Istimewa)

Hasil survei di Sumut menunjukkan bahwa Ganjar Pranowo mendapatkan suara sebanyak 65 persen.

Lalu, Prabowo Subianto sebesar 30 persen.

Kemudian, Anies hanya mendapatkan 5 persen saja.

Baca juga: Kaesang Pangarep Protes ke Wartawan yang Sebut Nama Ganjar dan Prabowo tapi Anies tak Disebut

NasDem Minta Sumber Dana LSI Denny JA Dibuka

Dalam hal ini, NasDem meminta agar sumber dana survei oleh LSI Denny JA dibuka.

Lantaran, aliran dana tersebut penting untuk diketahui.

"Apakah dari sendiri, atau berasal dari partisan dan sponsor, atau berasal dari uang negara, baik APBN atau APBD ataut NGO dari negara negara asing."

"Bagi kami sumber dana ini sangat penting, karena siapa yang membayar survei biasanya, diduga bisa mengatur survei tersebut," kata Iskandar, dikutip dari Tribun-Medan.com.

Iskandar mencurigai ada kepentingan kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan lembaga survei untuk melegitimasi dukungan politik.

"Meminta Asosiasi lembaga survei dan OJK untuk melihat aliran dana lembaga survei yang kami duga rutin melakukan survei dan menggiring opini publik kepada pihak pihak tertentu," sambung Iskandar.

Menurut Iskandar, kerja lembaga survei yang tidak profesional dan independen dianggap sebagai tindakan yang dapat merusak demokrasi.

Kehadiran lembaga survei adalah untuk membantu masyarakat melihat gambaran yang terbaik sebagai sosok pemimpin.

Namun, kata Iskandar, ada beberapa lembaga survei yang bekerja untuk kepentingan kelompok.

Bahkan, lembaga survei kadang dibeli dan dibiayai untuk membuat hasil survei seusai pesanan.

Baca juga: Hasil Survei Capres 2024 Terbaru Oktober 2023, Prabowo Subianto Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved