Kamis, 30 April 2026

Berita Kutim Terkini

Pemkab Kutai Timur Targetkan Penurunan Stunting Tahun 2023 hingga 6 Persen

Perusahaan distribusi dan penjualan langsung atau Multi Level Marketing (MLM) yang kini tengah tumbuh pesat secara global Sante.

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Plt Kepala DPPKB Kutim, Ronny Bonar H Siburian saat diwawancarai awak media. TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Angka Stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bakal turun sekitar 5 sampai 6 persen di tahun 2023 ini.

Demikian disampaikan oleh Plt Kepala DPPKB Kutim, Ronny Bonar H Siburian saat diwawancarai awak media usai Peringatan Harganas ke-30 di Kantor Bupati Kutim, Selasa (10/10/2023).

Kata dia, sementara ini angka stunting di Kutai Timur pada tahun 2022 masih sangat tinggi.

"Capaiannya tadi, pada tahun 2021 itu (Kutai Timur) di angka 27,4 persen, dan tahun 2022 kita mengalami penurunan (angka stunting) yang cukup besar yaitu 24,7 persen, dan terakhir ada penurunan 5 sampai 6 persen," ungkapnya.

Lanjutnya, sebenarnya target penurunan angka stunting di Kutai Timur pad atahun 2023 ini diharapkan mencapai di bawah 20 persen. Akan tetapi, capaian tersebut menjadi hal krusial sebab untuk mencapai target secara nasional yakni 14 persen tahun 2024 itu tidak mudah.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Kutai Timur Stabil, Kini Migor Curah Kurang Diminati

Sehingga, membutuhkan kerjasama antar sektor dan sarana prasarana yang mendukung untuk penurunan stunting, seperti Balai Penyuluh KB.

"Balai diperlukan karena dari 18 kecamatan kita baru 8 kecamatan, karena itu tempat kerja teman-teman penyuluh untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatannya," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya juga tengah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya Posyandu sebab tingkat kunjungan ke Posyandu sangat rendah yakni hanya 38 persen.

Selain itu juga melalui penyuluh pihaknya juga mensosialisasikan pentingnya mengikuti bulan timbang, dan pengukuran untuk bayinya.

"Kami juga menggerakkan kader baik PKK, TPK, lebih aktif dan giat mensosialisasikan Posyandu juga mengikuti akseptor, kebetulan tahun ini kita termasuk paling cepat dan banyak pengundang pelaksana akseptor," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved