Berita Kaltim Terkini
Waspada ISPA Akibat Karhutla Masyarakat Kalimantan Timur Diimbau Pakai Masker
Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur diimbau waspada potensi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dampak dari asap kebakaran hutan dan laha
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur diimbau waspada potensi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dampak dari asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kaltim Agustianur mengungkapkan prihatin terhadap maraknya Karhutla yang ada di wilayah Kaltim.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit-penyakit yang bisa terjadi akibat asap, di antaranya ISPA, iritasi mata, dan alergi kulit," sebutnya, Senin (9/10/2023).
Baca juga: Dampak Kebakaran TPA Bukit Pinang Samarinda, Warga Khawatir Kena ISPA
Asap dampak dari karhutla telah mengakibatkan polusi udara, terutama pada wilayah selatan Kaltim, Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
"Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang mulai terbatas dan membawa dampak buruk berupa kepulan asap yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat sekitar," terangnya.
BPBD Kaltim juga dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah guna penyediaan obat-obatan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat apabila ada yang tekena penyakit dampak dari karhutla.
"Melihat maraknya peristiwa Karhutla, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan di tengah kondisi cuaca panas akibat puncak musim kemarau," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr. Jaya Mualimin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kabut asap dampak karhutla yang terjadi di beberapa titik.
Asap ini, diingatkan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan.
"Karhutla menyebabkan kabut asap dapat menimbulkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penyakit kulit. Salah satu penyakit yang harus diwaspadai adalah infeksi ISPA," tegasnya.
Gejala ISPA sendiri selain batuk, yakni pilek, demam, sesak napas, yang disebabkan oleh virus atau bakteri menyebar melalui udara atau kontak dengan penderita.
Mencegah ISPA, dr. Jaya mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan dengan cara minum air yang cukup.
Mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan olahraga teratur.
Baca juga: FAKTA Penggunaan Masker di Balikpapan, Jumlah Penderita ISPA Menurun saat Pandemi Covid-19
Dia juga meminta agar masyarakat menggunakan masker saat keluar rumah.
"Alhamdulillah dua hari ini hujan turun di beberapa wilayah Kaltim sehingga udara menjadi lebih bersih. Namun, kita tetap harus waspada serta menjaga kesehatan" ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231010_Pantauan-dari-beberapa-titik.jpg)