Berita Balikpapan Terkini
Cuaca Panas di Balikpapan, Toko Elektronik Banjir Diskon dan 2 Jenis Barang yang Banyak Dibeli
Sebab, cuaca panas yang belakangan melanda di beberapa wilayah, termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa toko elektronik 'diserbu' masyarakat untuk membeli kipas dan AC.
Sebab, cuaca panas yang belakangan melanda di beberapa wilayah, termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Hal yang sama juga terjadi di salah satu toko yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Toko Jakarta.
Pemiliki toko tersebut, Steven Darmadi mengatakan, penjualan kipas angin dan AC di toko tersebut cukup meningkat secara signifikan.
Baca juga: Terjawab Kapan Cuaca Panas Berakhir 2023, Info Terbaru dan Prediksi BMKG soal Kapan Musim Hujan Tiba
Untuk itu, memberikan ragam potongan harga dan hadiah untuk pelanggan.
Promonya macam-macam. Kayak beli kulkas, dapat microwave. Ada juga untuk AC, itu bermacam-macam tergantung brand.
"Kayak merk Akari, diskon dari harga normal Rp 2,8 juta jadi Rp 2,3 juta," jelasnya, Selasa (10/10/2023).
Selain itu, toko yang buka dari pukul 09.00 hingga 22.00 Wita menghadirkan ragam produk elektronik dan furniture.
Baca juga: MODENA Hadirkan Hadiah dan Diskon Menarik Melalui Program Undian Proklamasi
Khusus untuk AC dijual mulai harga Rp 2,3 juta hingga Rp 3,5 juta.
Sementara itu, untuk kipas angin, dibanderol mulai harga Rp 170 ribu hingga Rp 750 ribu per unit.
Lebih lanjut, Steven membeberkan, toko yang berada tepat di pinggir jalan ini akan melakukan ekspansi di tahun depan.
"Disini toko satu-satunya. Cuma tahu ekspansi tahun depan, buka di daerah Balikpapan. Tapi lokasinya belum tahu," pungkasnya.
Kapan Cuaca Panas Berakhir 2023
Berita sebelumnya. Terjawab sudah kapan cuaca panas berakhir 2023, cek info terbaru dan prediksi BMKG soal kapan musim hujan tiba.
Ulasan seputar kapan cuaca panas berakhir 2023 dan prediksi BMKG soal kapan musim hujan tiba masih terus menjadi sorotan.
BMKG memprediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober ini, dan awal musim hujan secara bertahap, dimulai awal November 2023.
Musim hujan adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang beberapa waktu belakangan, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami musim kemarau yang panjang dan panas.
Baca juga: Cuaca Balikpapan Hari Ini, Pagi Gala Puncak Hujan, 6 Kecamatan pada Malam Cerah
Bagi mereka yang bergantung pada pertanian dan sumber daya alam, musim hujan adalah nafas kesegaran bagi tanaman, air bersih, dan kesejahteraan umum.
Musim hujan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Indonesia
Akibat variasi iklim yang tinggi, awal musim hujan tidak terjadi secara serempak di seluruh wilayah Indonesia.
Puncak musim hujan diestimasi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.
Menurut prediksi BMKG, dampak puncak El Nino seharusnya terjadi pada bulan September.
Namun setelah mereka menganalisis data satelit terbaru yang menunjukkan bahwa intensitas El Nino masih tinggi pada bulan Oktober.
Baca juga: GNPIP Berhasil Turunkan Inflasi Pangan Mesti Harus Tetap Waspada El Nino
"Fenomena El Nino ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Dwikorita menjelaskan bahwa tingkat El Nino yang moderat akan tetap berlangsung hingga Februari-Maret 2024.
Terkait dengan awal musim hujan itu sendiri, dia menyatakan bahwa itu berkaitan erat dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.
Hujan diprediksi akan turun pada bulan November
Saat ini, menurut Kepala BMKG, Monsun Asia sudah mulai memasuki wilayah Indonesia, sehingga diprediksi hujan akan mulai turun pada bulan November.
Baca juga: Dampak El Nino Puluhan Santri di Desa Sumber Sari Kutai Kartanegara Mengalami Krisis Air Bersih
"Artinya, pengaruh El Nino akan mulai mereda dengan kedatangan musim hujan, dan kita berharap kemarau yang panjang ini akan berakhir secara bertahap," ujar Kepala BMKG seperti dilansir Kompas.com.
Beberapa wilayah mungkin akan memasuki musim hujan sebelum November, sementara yang lain akan mengalami penundaan, tetapi sebagian besar akan memasuki musim hujan pada bulan November," sambungnya.
Selama kesempatan tersebut, Kepala BMKG juga memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran, karena kemarau yang panjang ini masih belum berakhir.
Kepala BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati selama bulan Oktober ini karena kondisinya masih kering.
"Kebakaran bisa terjadi bahkan tanpa disengaja, jadi mari kita hindari tindakan yang dapat memicu kebakaran karena upaya pemadaman akan menjadi sulit dilakukan," tandasnya, seperti dilansir Kompas.com.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231011_Toko-Elektronik-Jakarta-Musim-Panas.jpg)