Berita Penajam Terkini
Air Baku Menyusut, PDAM PPU akan Menggilir Distribusi Air untuk Pelanggan di Kecamatan Penajam
Ketersediaan air baku di Penajam Paser Utara terus menyusut. PDAM PPU akan melakukan penggiliran distribusi air untuk pelanggan di kecamatan Penajam.
|
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka atau PDAM Penajam Paser Utara, Abdul Rasyid. Ketersediaan air baku di Penajam Paser Utara terus menyusut. PDAM PPU akan melakukan penggiliran distribusi air untuk pelanggan di kecamatan Penajam.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kondisi air baku di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengalami penyusutan, pada musim kemarau ini.
Bahkan, diperkirakan jika tidak turun hujan hingga akhir Oktober 2023 ini, beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) akan dinonaktifkan sementara.
Demikian disampaikan Direktur Perumda Air Minum Danum Taka atau PDAM PPU, Abdul Rasyid kepada TribunKaltim.Co, Kamis (12/10/2023).
Ia mengatakan, IPA yang berada di Kelurahan Sotek, bahkan telah mengalami kekeringan, sejak beberapa waktu terakhir ini.
“Kalau IPA Sotek sudah kering,” ungkapnya.
Unit IPA yang lain seperti Sepaku dan Penajam, kini juga telah mengalami penurunan debit air hingga 50 persen.
Beberapa solusi telah dilakukan Perumda, seperti melakukan pendalaman dan pelebaran di IPA Penajam. Tetapi harus menunggu hujan agar airnya tidak meresap.
Kemudian, pihak PDAM juga telah bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, untuk melakukan pengerukan cadangan air di bedungan Lawe-lawe.
Namun, hal itu terhenti lantaran jika dilanjutkan akan merusak hasil pekerjaan atau bangunan bendungan yang sudah eksisting.
Karena solusi tersebut tidak efektif, Perumda berencana melakukan distribusi air secara bergilir, khusus untuk pelanggan di Kecamatan Penajam.
“Opsi paling terakhir, membuat giliran empat shift, misalnya titik A satu hari, besoknya titik B,” sambungnya.
Untuk unit IPA di Sepaku, kata Direktur pihaknya berupaya melakukan koordinasi dengan BWS yang menangani Bendungan Sepaku Semoi.
Ia berharap, air di bendungan tersebut yang digunakan untuk pengisian atau impounding, bisa dialirkan beberapa persen ke masyarakat.
“Sekarang kita melobi pihak bedungan Sepaku Semoi agar bisa mengalirkan sekian persen dari air yang dipakai,” jelasnya.
Sementara untuk unit IPA yang lain seperti Babulu, Maridan dan Waru hingga saat ini kondisi air bakunya masih mencukupi.
(*)
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20230801_Danum-Taka-Penajam-paser-utara.jpg)