Senin, 27 April 2026

Berita Penajam Terkini

Diguyur Hujan Selama 3 Hari, Debit Air Baku PDAM PPU Kembali Normal

Debit air di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara (PPU) sudah kembali normal

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Direktur Perumda Danum Taka PPU, Abdul Rasyid.TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM - Debit air di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Danum Taka Penajam Paser Utara (PPU) sudah kembali normal.

Hal itu setelah terjadi hujan selama tiga hari terakhir ini.

Menurut Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU Abdul Rasyid, untuk IPA unit Lawe-lawe, kembali beroperasi dengan debit 110 liter perdetik.

Namun, karena pipa sempat mengalami kekosongan akibat penurunan debit yang mencapai 30 persen, distribusi air bersih tidak langsung merata.

Baca juga: PTMB akan Gilir Distribusi Air Bersih Pasca Debit Air Waduk Manggar dan Bendungan Teritip Menyusut

Baca juga: Debit Air Waduk Manggar dan Teritip Bisa Bertahan 3 Minggu, Warga Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Masih ada beberapa wilayah, khusus Kecamatan Penajam, yang akan mengalami penggiliran distribusi.

"Pipa kita masih kosong, sekarang proses masih pemadatan, tiga hari kedepan bisa full sehingga tidak ada lagi penggiliran," ungkapnya Jumat (20/10/2023).

IPA unit Waru juga disebut masih aman, karena didaerah itu debit airnya tidak terganggu dengan kondisi kemarau beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan Waru dan Lawe-lawe, IPA unit Sotek justru tetap kering meski telah diguyur hujan.

Sehingga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU terpaksa melakukan pendalaman dan pelebaran embung.

"Sotek sekarang tidak terpengaruh hujan, air masih tetap kering, sekarang PU melakukan proses optimalisasi," jelasnya.

Baca juga: Bendungan Lawe-Lawe Jadi Solusi Permasalahan Air Baku Perumda Danum Taka PPU

Sedangkan unit Sepaku kata Abdul Rasyid, sempat dilakukan penonaktifan selama dua hari. Namun mulai hari ini juga berjalan normal, karena ada penambahan dari bendungan Sepaku Semoi.

"Kalau di Sepaku kemarin kita sudah matikan selama dua hari karena debit airnya yang keluar dari bendungan hanya 10 persen, sehingga air bakunya tidak bisa maksimal untuk diserap," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved